Kalamsu Minta Kapolda Tangkap Zahir Dan Periksa Ketua DPRD Batu Bara Terkait PPPK dan TPPU -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Kalamsu Minta Kapolda Tangkap Zahir Dan Periksa Ketua DPRD Batu Bara Terkait PPPK dan TPPU

Selasa, 05 Maret 2024






Medan,Sumutpos.id/ 05-03-2024K Kualisi Aliansi Lembaga Sumatera Utara ( Kalamsu ) minta agar Kapoldasu Irjen Pol Agung Setia Imam Efendy untuk segera menangkap mantan Bupati Batu Bara Zahir sebagai dalang korupsi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) termasuk tindak pidana  pencucian uang ( TPPU ) selama bertugas di Batu Bara.

       Juga Kalamsu meminta kepada Kapoldasu Agung agar Kepala  BKD Batu Bara ber inisial D sebagai penyelenggara penerimaan PPPK dan Ketua DPRD inisial M.S Yang diduga terlibat memasukkan calon PPK dan menerima dana PPPK dimaksud.


     Hal tersebut disampaikan koordinator aksi Imran Halomoan.S di depan pintu masuk Mapoldasu Jln Medan Tg Morawa pada aksi demo Kalamsu secara damai, dihadapan para petugas dari Poldasu,  Selasa pagi 05/03.


    Selaku koordinator aksi Imran juga meminta  Kapoldasu Agung agar pemeriksan Zahir tidak sebatas PPPK, melainkan memeriksa biaya pembangunan Kantor Bupati sebesar 54 M di  lahan Socfindo yang bekum dihibahkan serta tindak pidana pencucian uang dimana aset asetnya diduga atas nama S berupa Ruko 2 pintu di Batu Bara, rumah baru di Kec. Laut Tador,  Shoroom mobil dan apartemen diduga atas nama P dan sejumlah kebun lainnya di Batu Bara.





      Kaitan pembangunan Kantor Bupati Batu Bara ini Imran dari Kalam juga meminta Kepala BPKAD, Kabid Aset, Ka Bapeda Litbang dan Kadis PUPR Batu Bara ikut merencanakan pembangunan yg tidak jelas status kepemilikan tanah nya, termasuk pembangunan lapangan tembak atas inisiatif FZ yang saat ini mangkrak dari APBD 2023 yang defisit.

   

  Kalamsu yang diketuai Sofyan Saury dan Sekretaris Ridho Adha juga meminta Kejatisu untuk memeriksa dan menangkap para pelaku korubsi di Batu Bara, termasuk tentang raibnya Kadis BPBD yang melarikan uang 7,6 M dan sebuah kenderaan Inova serta meminta pertanggung jawaban dari FZ yang mengumpulkan kenderan2 dinas yg belum jelas di lelang dan demo bubar setelah diterima penyidik krimsus Aiptu RD. Manulang.

(RED-SP-ID/Tim01)