Polsek dan RSUD Parapat Gelar Sosialisasi Advokasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 1 Parapat -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Polsek dan RSUD Parapat Gelar Sosialisasi Advokasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 1 Parapat

Jumat, 15 Desember 2023






Parapat, Sumutpos Id,- Sebagai Sinergitas Polsek Parapat Polres Simalungun dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Parapat Pemerintah Simalungun. Dan juga Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Simalungun bersama melakukan Penyuluhan  Advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pencegahan Narkotika di Lingkungan sekolah - Sekolah di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon , Sumatera Utara.


Kegiatan penyuluhan Narkotika tersebut dilakukan diruangan kelas  SMP Negeri 1 Girsang Sipangan Bolon, yang diikuti  puluhan siswa/i serta Guru, dan pegawai Rumah Sakit pada Jumat(15/12-2023). Dan selaku nara sumber dr Erwin Sembiring Sp.FM

dan dr Manahap Cerarius fransiskus Pardosi SpKJ. 




Kepada media, direktur RSUD Parapat dr Hendry Jimmy Gultom mengatakan RSUD Parapat merasa terpanggil dengan maraknya peredaran Narkotika dalam masa kini. Supaya anak siswa/i dapat  sadar tentang Narkoba sangat membahayakan.  


" Kedepan,  sosialisasi bahaya Narkoba akan dibuat secara berkelanjutan bersama Polsek Parapat  dan para Kepala Sekolah di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.  Kita berniat bagaimana membentengi siswa/i secara  mental mereka dari bahaya Narkoba," ungkap dr Hendry Jimmy Gultom. 


Sementara, Kapolsek Parapat AKP Jonni Silalahi  mengucapkan syukur kepada direktur RSUD Parapat terkait tangapan dan menyatukan persepsi  atas bahayanya Penyalahgunaan Narkoba khususnya pada anak sekolah yang usia dini. Sehingga siswa/i tidak sampai melibatkan diri mengunakan apalagi mengedarkan Narkoba. 


" Dan apa yang kita lakukan di SMP Negeri 1 Parapat ini, dapat bermanfaat buat anak-anak. Jadi tidak terlibat atau melibatkan diri dalam pengunaan Narkoba," saran Kapolsek Parapat itu. 





Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Girsang Sipangan Bolon Jes Manro Tambunan Spd mengucapkan terima kasih kepada pihak Tim RSUD Parapat dan Kapolsek Parapat atas adanya sosialisasi Advokasi penyalahgunaan Narkoba di sekolah. 


"Kita selalu dukung sosialisasi dan penyuluhan dari kolaborasi pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik dari aspek narkotika dan selain itu pihak sekolah juga telah menyiapkan 28 jenis ekstra kurikuler dalam memanfaatkan waktu luang peserta didik di sekolah untuk menghindari kenakalan dan juga penyalahgunaan narkoba," urai Jes Manro.






Pantauan dilokasi, sebelum dimulai kegiatan Sosialisasi Advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pencegahan Narkotika. Hadirin terlebih dulu menyayikan lagu kebangsaan INDONESIA RAYA. 


Selanjutnya, para Nara sumber memaparkan tentang bahaya pengunaan Narkoba. Setelah selesai pemaparan Nara sumber, para siswa/i diberikan kesempatan untuk  sesi tanya jawab. 


Seorang siswa pertanya pertama adalah Alia Octavia Sinaga kelas 8  soal  bahaya narkoba bagi perokok aktif. Kemudian dilanjutkan pertanya kedua dari Salsabila Anaya  kelas 9 terkait apakah jika kita sudah memakai narkoba masih bisa bersih dari narkoba tersebut?,  dan pertanyaan ketiga dari Randi Pratama kelas 8 darimana Asal-usul  Narkoba sampai ke Indonesia . 


Menjawab pertanyaan para siswa, kedua Nara sumber  Erwin Sembiring Sp.FM

dan dr Manahap Cerarius fransiskus Pardosi SpKJ kembali menjelaskan,  efek narkoba bisa berpengaruh sampai 1 tahun. 


Jadi kalau dia pemakai lalu berhenti bisa 1 Tahun berhenti di dalam darah. Kalau gejalanya bisa 3 sampai 6 bulan.  Untuk pemeriksaan tergantung zatnya. Kayak dia Sabu-Sabu dan exstasi bisa sampai 7 hari. Kalau dia Ganja bisa sampai 1 bulan ditemukan dalam tubuh pemeriksaanya. 


Untuk menjawab pertanya asal -usul Narkoba masuk ke Indonesia. Kapolsek Parapat AKP Jonni Silalahi  mencoba menjelaskan bahwa kebanyakan dari Negara luar masuk melalui pelabuhan tikus. Hal itu bisa terjadi karena ada oknum-oknum sengaja mau merusak Negara Indonesia. 


Sebelum meninggalkan lokasi, Tim Sosialisasi  RSUD dan Polsek Parapat memberikan tali asih Natal dan Tahun Baru berupa beras bagi guru yang belum sertifikasi dan kepada siswa anak yatim piatu. ( RED-SP-ID/Hery)