LPPM UNIMED Bermitra Dengan UMKM "Santan Coco" Lakukan Kegiatan Pengabdian Dan Pembinaan -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

LPPM UNIMED Bermitra Dengan UMKM "Santan Coco" Lakukan Kegiatan Pengabdian Dan Pembinaan

Thursday, December 2, 2021

(Image/Gambar) : LPPM UNIMED Bermitra Dengan UMKM "Santan Coco" Lakukan Kegiatan Pengabdian Dan Pembinaan dalam pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi asap cair (liquid smoke). 

Medan - Sumutpos.id :
Tim pelaksana pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) yang diketuai oleh Drs. Eddiyanto, Ph.D, dosen Kimia FMIPA Unimed, didampingi anggota tim Winsyahputra Ritonga, M. Si dan Septian Prawijaya,M.Pd yang juga sebagai dosen di Unimed, sedang bermitra dengan masyarakat UMKM “Santan Coco” beralamat di Jl.  Pintu Air IV Gg. Kolam Jaka Ujung No 31, Kelurahan Sei Bekala Medan pada tanggal 26 November 2021. Kegiatan pengabdian ini melakukan pembinaan dalam pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi asap cair (liquid smoke). 


UMKM Santan Coco sebagai penyedia santan kelapa segar juga telah mencoba memanfaatkan limbah batok kelapa menjadi arang dan asap cair. Akan tetapi, asap cair yang dihasilkan masih memiliki rendemen yang rendah dan juga berkualitas rendah, ditandai dengan warna produk asap cair yang coklat kehitaman.  


Upaya memperbaiki kualitas asap cair melalui perbaikan sistem kondensasi dan destilasi masih memerlukan energi pemanasan kembali dan memerlukan waktu yang lama. Dalam Program pengabdian ini, Tim Unimed membantu memperbaiki sistem reaktor pirolisis terkontrol dengan tujuan pertama, meningkatkan efisiensi proses dan meningkatkan kuantitas hasil asap cair dengan cara meningkatkan rendemen asap cair per kilogram batok kelapa.


Kedua, meningkatkan kualitas asap cair. Dalam pengabdian reactor pirolosis terkontrol tersebut juga diperbaiki rangkaian alat dengan cara memanfaatkan gas asap cair yang tidak terkondensasi sebagai bahan bakar hibrid. Pada pengabdian ini juga dirancang alat pirolisis menggunakan bahan bakar kayu bakar dan oli bekas serta gas asap yang tidak terkondensasi berupa gas metana sebagai system pembakaran hybrid. Target dari pengabdian masyarakat ini adalah menerapkan metoda baru dalam peningkatan mutu asap cair menggunakan reaktor pirolisis terkontrol, yakni mengontrol temperatur proses, tekanan, menggunakan kondensasi ganda, serta penggunaan isolator panas.


Selanjutnya asap cair yang didapatkan akan dikembangkan untuk digunakan sebagai bahan pengawetan kayu dan sebagai bahan penggumpal lateks pengganti asam semut (asam formiat).  Berdasarkan analisa, kebutuhan akan pentingnya produk asap cair dari batok kelapa ini dapat mengurangi permasalahan limbah dan meningkatkan potensi penggunaan asap cair sebagai bahan yang diperlukan dalam industri kayu dan industry karet.


Dalam kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai bahan yang dapat diolah, dan mendapatkan produk asap cair yang pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk produk pengawetan kayu, penggumpalan karet, serta untuk produk lainnya.

(Red-SP.ID-RIL)