-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Yayasan Kumle Jaya Bermartabat Berdayakan Warga Untuk Penuhi Pasokan Bahan Baku Pangan MBG

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T02:56:24Z

 


Ketua Yayasan Kumle Jaya Bermartabat saat kunjungan ke mitra petani sayur lokal di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pangkatan.




LABUHANBATU - sumutpos.id - Yayasan Kumle Jaya Bermartabat terus menggerakkan kelompok-kelompok warga di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, untuk menjadi bagian penyedia utama bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan bahan baku lokal, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.


Inisiatif tersebut berjalan selaras dengan arahan pemerintah pusat agar seluruh pelaksana memprioritaskan penyerapan bahan baku dari petani dan peternakan lokal. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungannya, Yayasan Kumle Jaya Bermartabat juga terus memaksimalkan pelayanan dengan mengacu pada standar kualitas menu gizi seimbang dari Badan Gizi Nasional (BGN).


Ketua Yayasan Kumle Jaya Bermartabat, Raja Gompulon Rambe menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini sengaja dirancang untuk memutus secara perlahan ketergantungan pasokan bahan baku pangan dari luar daerah, khususnya yang tidak diperoleh dari petani dan peternak lokal. 


"Jadi kami ingin memaksimalkan bahwa kebutuhan bahan baku untuk Makan Bergizi Gratis ini ke depannya tidak lagi ada yang dari luar daerah, melainkan secara bertahap diperoleh dari petani atau peternak lokal. Tujuannya, agar siklus ekonomi berputar dan berdampak secara ekonomi bagi pelaku usaha lokal," ujarnya kepada media di Labuhanbatu, Minggu (7/6/2026).


Dalam pelaksanaannya, yayasan ini juga memetakan potensi spesifik di beberapa wilayah untuk dijadikan mitra produksi bahan baku pangan. Seperti di Kecamatan Bilah Barat, misalnya, fokus diarahkan pada pemberdayaan kelompok tani untuk budidaya tanaman timun. 


Sementara itu, di Kecamatan Rantau Selatan, program diarahkan pada pengembangan peternakan lele skala rumahan dan intensif. Sektor ini diproyeksikan menjadi pilar utama pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi anak-anak sekolah penerima manfaat melalui SPPG di bawah naungan yayasan ini.


“Selain itu, kita juga men-support penuh petani sayur dan buah yang menjadi mitra kita di kecamatan Pangkatan. Untuk di Desa Sei Tampang, kecamatan Bilah Hilir, yayasan kita bekerjasama dengan petani lokal untuk budidaya buah melon, dan masih ada sejumlah kecamatan lain yang mudah-mudahan akan terus bertambah,” jelasnya.


Untuk mendukung keberlanjutan produksi mitra budidayanya, yayasan Kumle Jaya Bermartabat menyalurkan sejumlah bantuan stimulan, baik berupa bibit tanaman unggul, benih ikan lele berkualitas dan dukungan lainnya untuk memaksimalkan produksi petani dan peternak. 


Selain bantuan di sisi hulu, lanjut Raja, yayasan juga bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) yang menyerap seluruh hasil panen masyarakat dengan harga layak. Mekanisme ini memberikan kepastian pasar bagi peternak dan petani lokal, di mana hasil produksi mereka langsung didistribusikan ke dapur-dapur produksi SPPG.


“Harga sudah pasti tidak diluar ketentuan yang ditetapkan pemerintah, karena seluruhnya berdasarkan acuan Harga Eceran Tertinggi atau HET. Jadi, baik petani, peternak atau penyedia bahan baku yang sudah menjadi mitra pemasok tidak ada yang dirugikan sama sekali. Dan juga kita pastikan tidak ada monopoli pasokan bahan baku disini,” ujarnya.


Pihak yayasan berharap, melalui program pemberdayaan ini bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat petani dan peternak lokal lokal. Diharapkan juga pemberdayaan ini bisa terus berkembang untuk komoditi-komoditi lainnya, sesuai kebutuhan bahan baku menu MBG. 


“Artinya kehadiran program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen perbaikan gizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan sesuai tujuan pemerintah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru dan budidaya pertanian dan peternakan baru secara masiv di tingkat lokal,” pungkasnya.(Rls/mqr)

×
Berita Terbaru Update