-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polemik Pengadaan Seragam Olahraga Siswa Di Kabupaten Toba.

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-23T05:21:29Z

 

Keterangan Foto : Ketua MKKS Kabupaten Toba, Pardi Sianipar, S.Pd, memberikan klarifikasi terkait mekanisme pengadaan seragam olahraga di sekolah. Ia menegaskan MKKS tidak pernah mengarahkan pembelian kepada konveksi tertentu dan seluruh keputusan pengadaan diserahkan kepada masing-masing sekolah melalui kesepakatan bersama komite dan orang tua siswa.






TOBA – Sumutpos.id  - Ketua MKKS Kabupaten Toba, Pardi Sianipar, S.Pd, membuat   klarifikasi terkait adanya Polemik pengadaan seragam olahraga siswa yang hampir tiap Tahun menjadi perhatian publik. Ia membantah ada nya tudingan bahwa Ketua MKKS mengarahkan seluruh sekolah untuk membeli perlengkapan seragam dari satu konveksi atau penyedia barang. 


Pardi menjelaskan, bahwa pembahasan mengenai pengadaan seragam olahraga dilakukan dalam rapat MKKS Kabupaten Toba pada Juli 2026. Dalam Rapat tersebut, ada beberapa pihak konveksi yang sebelumnya menawarkan produknya diundang untuk mempresentasikan hasil produksi mereka kepada para kepala sekolah.


Sesuai hasil rapat MKKS Pekan lalu, kami panitia mengundang beberapa konveksi yang menawarkan pengadaan baju olahraga. Mereka hanya mempresentasikan produknya kepada para kepala sekolah dan Selanjutnya kepala sekolah lah yang menyampaikan kepada komite dan orang tua untuk dibahas melalui rapat. Jadi tudingan bahwa kami yang mengarahkan ke salah satu konveksi itu tidak benar," tegas Pardi saat dikonfirmas Media, Selasa (22/7/2026).


Ditambahnya bahwa , kehadiran sejumlah konveksi tersebut semata-mata untuk memberikan alternatif pilihan kepada sekolah. Ia menegaskan bahwa keputusan pengadaan sepenuhnya berada di masing-masing sekolah melalui kesepakatan bersama komite dan orang tua siswa.


Kami sampaikan kepada pihak kepala sekolah, siapa yang berminat terhadap barang yang ditawarkan silakan didiskusikan bersama komite dan orang tua. Tidak ada paksaan dan tidak ada penunjukan kepada pihak tertentu," tegas Pardi kepada Media. 


Pardi mengungkapkan bahwa MKKS tidak pernah menerima surat penawaran resmi dari pihak konveksi. Menurutnya, penawaran dilakukan secara langsung oleh seseorang yang datang menemui pengurus MKKS, kemudian diminta hadir dalam rapat agar dapat menjelaskan produk yang ditawarkan kepada seluruh kepala sekolah.


Ia menjelaskan, salah satu alasan MKKS memfasilitasi presentasi tersebut adalah untuk memberikan referensi kepada sekolah, mengingat seragam olahraga umumnya membutuhkan model dan desain yang seragam di setiap satuan Pendidikan.


Namun demikian, Pardi menegaskan bahwa sekolah tetap memiliki kebebasan penuh menentukan tempat pembelian.


Kalau ada sekolah yang ingin membeli sendiri, silakan. Tahun ini justru lebih bebas dibanding tahun-tahun lalu, Kami tidak pernah mengarahkan kepada orang tertentu,tegas Nya. 


Pardi mengakui bahwa selama ini pengadaan perlengkapan sekolah di Kabupaten Toba sering melibatkan pihak perantara. Namun menurutnya, apabila sekolah melakukan pembelian langsung kepada pihak konveksi, harga yang diperoleh justru dapat lebih terjangkau.


Ia menambahkan, yang menjadi perhatian MKKS hanyalah keseragaman atribut siswa, bukan penunjukan penyedia barang.


Kami mohon kepada seluruh kepala sekolah dan orang tua bahwa pengadaan baju olahraga itu bebas. Yang kami harapkan hanya keseragamannya saja, ucapnya. 


Untuk pengadaan perlengkapan barang tersebut,MKKS bersama para kepala sekolah hanya menyepakati kisaran harga Rp180.000 hingga Rp220.000/ per paket. Paket tersebut meliputi baju olahraga, topi, dasi, lambang, dan atribut lainnya. Kesepakatan harga dibuat dengan mempertimbangkan kenaikan harga bahan baku.


Sementara itu, untuk pengadaan seragam batik, kebijakan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Bahkan, menurutnya, sekolah juga dapat memilih menggunakan ulos sebagai alternatif sesuai kebijakan sekolah masing-masing.


Mengakhiri keterangannya, Pardi kembali menepis isu yang menyebut dirinya mengarahkan pembelian kepada pihak-pihak  tertentu.


"Kalau ada yang mengatakan Ketua MKKS mengarahkan pembelian kepada seseorang, itu tidak benar," Tegasnya.


(Red Sp/Toba JM) 



×
Berita Terbaru Update