Diduga Kuat ada Pemotongan 30% dana oplah Oleh Korwin Bukit Malintang.





Madina. | sumutpos.id |Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal pada Tahun Anggaran 2025 disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para petani. Sebanyak 8 Gabungan kelopok tani (Gapoktan) di kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Madina  menjadi penerima manfaat dari program ini.


Namun Sayang Bantuan Program Tersebut di mamfaat oknum oknum pengawai Kordinator wilayah Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan kehutanan (Korwil BP3K ) kecamatan bukit malintang   memotong anggaran 30% persen dari pagu anggaran.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten madina khususnya Dinas Pertanian  Sebelum ada bantuan ini, sistem pengairan sawah kami sangat buruk karena tidak ada irigasi. Sekarang, berkat program Oplah ini, irigasi kami sudah sangat baik dan tertata,”  Namun sagat di sayangkan  Anggaran yang kami Terima dopotong 30 persen dari jumlah anggaran oleh korwil Pertanian malintang. Hal ini di ungkapkan Salah satu ketua Gapoktan yang mendapat bantuan yang enggan di tulis namanya pada media.


 

Ketua Gapoktan Memaparkan pada awak media seputar pemotongan 30% "Pencairan Pertama Pertengan bulan desember 2025 dan pencairan kedua sama sama di dopotong 30%.  Anggaran yang kita terima pencairan pertama dan Kedua sebesar 116.000.000 yang di terima berkisar 81.000.000.  Tutur Ketua gapoktan


Dari Informasi tersebut wartawan Menjumpai Kordinator BP3K Bukit Malintang yang di ketahui Bernama Leni guna menkonfirmasi pemotongan tersebut. 


Namun Korwil Mengilak dan Meminta untuk konfirmasi kedinas Pertanian madina


"Songon na idokon ni Etek i do nangkin...pertanian i ibarat ni Sada Bagas nagodang ...Inda alak Etek di kamar VIP nai posisina ...posisi ni alak Etek non na idapur dapur nai do...pola ro tamu tu Bagas i nampuna bagas i dei mang na berhak manjawab na...tu dinas ma mang jelasan sapai botoan ma alai i Sanga songondia tentang kegiatan ni🙏🙏🙏🙏🙏🙏"


Artinya " Dinas pertanian ibarat satu rumah besar, bukan saya di kamar VIP, posisi Saya di Bangian dapur atau (posisi bawah), kalau ada tamu yang berhak jawab Kepala dinas" jawab Korwil.


Awak media mengambil keputusan dari jawab korwil Leni ada arahan kadis pertanian atas pemotongan tersebut.




Harapan Masyarakat kepada bupati madina agar segera mengambil tindakan. Dan kepada aparat Hukum untuk segera menelusuri Pemotongan Tersebut.


" diminta pada bupati madina H saipulloh Nasution untuk mengambil Tindakan. Dan kepala aparat hukul polres madina untuk menangkap yang di duga meperkaya diri sendiri atau kelompok.pinta warga.( Agus )

Lebih baru Lebih lama