Toba/sumutpos.id Sabtu, 7 Juni 2025 Peresmian Partangiangan Tambak Makam Raja Manurung SiManoroni di Desa Parsaoran Sibisa berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara akbar yang dihadiri ribuan pomparan Manurung dari berbagai daerah ini menjadi momentum penting, terutama lewat kehadiran langsung Ketua Umum Patambor Indonesia 2024–2029, Drs. Rusman Manurung, M.Pd, yang secara tegas menyerukan pentingnya persatuan dan kelestarian nilai-nilai luhur Batak di tengah era modern.
Dalam sambutannya di podium utama, Drs. Rusman Manurung memperkenalkan diri sebagai Ketua Umum Patambor Indonesia hasil Musyawarah Nasional VII di Darma Deli Medan. Ia mengajak seluruh pomparan Raja Manurung di mana pun berada untuk terus menjaga damai sejahtera dan kebersamaan dalam semangat "Sada Songon Daion Aek, Unang Dua Songon Daion Tuak", sebuah filosofi Batak yang menekankan keutuhan dan kesatuan hati antar sesama.
“Persatuan adalah kekuatan utama kita. Jangan ada perpecahan, jangan ada jarak. Kita satu darah, satu keturunan. Warisan ini harus dijaga, baik secara budaya maupun dalam relasi sesama pomparan Manurung di manapun berada,” tegas Rusman di hadapan ribuan hadirin.
Dalam kesempatan yang sama, Drs. Rusman Manurung juga secara resmi menyampaikan permohonan izin kepada panitia dan seluruh undangan untuk meninggalkan lokasi lebih awal karena masih harus melanjutkan rangkaian agenda Patambor di Porsea. Sebelum berpamitan, Ketum DPP Patambor Indonesia tersebut menyerahkan secara langsung plakat penghargaan dan ucapan selamat kepada Ketua Panitia Pemugaran Tambak, Sepman A. Manurung, SH, atas dedikasi dan keberhasilan besar dalam merevitalisasi makam leluhur Raja Manurung Simanoroni.
Peresmian ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus DPP Patambor Indonesia lainnya seperti Sekretaris Jenderal Ir. Rikardo B. Manurung, M.Si, Drs. Tua Doli Manurung, Leddin Manurung, SE, Jannes Manurung, SE, serta Herry Manurung, Amd. Tak ketinggalan, pomparan Raja Manurung dari Hutagurgur dan Sihutagaol turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan bersejarah ini.
Hadir pula perwakilan resmi dari Pemerintah Kabupaten Toba, Camat Ajibata, DPRD Kabupaten Toba, dan para raja-raja Batak dari garis keturunan Silahisabungan yakni Raja Silahisabungan, Raja Tambun, Raja Turi, dan Raja Hutajulu, yang memperkuat legitimasi adat dalam prosesi peresmian tambak ini.
Sementara itu, Sepman A. Manurung, SH selaku Ketua Panitia, mengapresiasi dukungan penuh dari DPP Patambor Indonesia serta seluruh pomparan Raja Si Manoroni, baik dari perantauan maupun kampung halaman. Menurutnya, pemugaran tambak ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan tonggak kebangkitan budaya Batak.
“Kami membangun kembali bukan hanya tambak, tapi juga nilai, semangat, dan kesadaran generasi muda akan pentingnya jati diri Batak. Ini bukan proyek singkat, tapi gerakan moral demi masa depan budaya kita,” ujar Sepman.
Pemugaran tambak yang sebelumnya rusak dan tak layak kini berdiri megah dengan struktur granit kokoh berkat gotong royong seluruh pomparan Manurung. Proyek ini menjadi harapan baru bagi pengembangan wisata budaya di Kabupaten Toba, yang dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan adat Batak ke dunia luar.
Acara peresmian yang dihadiri hampir 3.000 orang ini diakhiri dengan ibadah syukur, prosesi adat tor-tor, ulos, penyembelihan hewan adat, serta hiburan rakyat hingga malam hari—semua berjalan tertib dan penuh sukacita.
Panitia berharap agar Tambak Raja Simanoroni ini dapat menjadi cikal bakal kawasan cagar budaya baru yang tidak hanya dihormati oleh marga Manurung, tetapi juga oleh masyarakat luas, pemerintah daerah, serta pelaku pariwisata di Danau Toba.
(RedSp/Harry joe)


