Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Pematangsiantar Gelar Aksi Jilid II -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Pematangsiantar Gelar Aksi Jilid II

Jumat, 29 Maret 2024



Pematangsiantar, sumutpos.id - Puluhan Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (GEMPAR) dan Koalisi Pemuda Siantar Simalungun (KOPASIS) Melaksanakan Aksi Unjuk Rasa Mendukung Hak Angket DPR dalam mengusut dugaan kecurangan pemilu 2024 dan juga terkait maraknya peredaran narkoba disiantar yang di duga di backingi oleh oknum polres pematang Siantar. 


Aksi unjuk rasa berlangsung pada Kamis 28 Maret 2024 pada pukul 13.00 WIB di mulai dari tugu becak dengan mengendarai sepeda motor berkeliling ke jalan Diponegoro dan masuk ke jalan Sutomo tiba dengan sasaran polres, dan berjalan berlangsung damai namun sampai di polres pematang, 

massa menyampaikan Orasi secara bergiliran 


Khairil Mansyah Selaku Ketua PC PMII Siantar mengatakan bahwa Polres Pematangsiantar mandul dalam tindak pemberantasan narkoba di kota ini, maka dari itu segera copot saja Kapolres pematang Siantar, kami hanya datang dengan membawa selebaran bukan dengan senjata namun tidak ada yang berani menerima keluhan kami. 



Sementara itu Chotibul Umam Selaku Wakil Ketua Kopasis Mengatakan Bahwa dalam tuntutan aksi kami juga ada menyangkut hak bapak/ibu yang sedang berjaga terkait dengan adanya Mark Up ataupun penyelewengan terkait anggaran pemilu polres pematangsiantar, untuk itu kami meminta agar mabes polri segera memeriksanya.


Riski Nasution Selaku Ketua Umum PC IMM Pematangsiantar menambahkan dalam orasinya bahwa penyampaian di muka umum adalah hak setiap masyarakat yang di jamin oleh undang undang kita masih ingat betul 2 hari yang lalu salah satu peserta aksi mendapatkan perlakuan represif dan sampai saat ini masih terbaring lemah untuk itu kami telah melaporkan beberapa oknum yang kami duga terlibat, dalam tindak represif tersebut, di Siantar ada 8 kecamatan dan bisa saya pastikan di setiap kecamatan terdapat satu bandar narkoba yang kami duga di pelihara oleh oknum petinggi polres.


Disambung oleh Kordinator Gempar Hexa Hutapea Mengatakan Bahwa, jangan sampai Polres melahikan "Sambo" jenis baru yang bertindak sewenang wenang dan manipulatif kita ingat betul susah payah polri menaikka indek kepercayaan masyarakat terhadap Polri namun hari ini di injak injak kembali oleh polres pematang Siantar.

Ia menambahkan bahwa kami akan terus melawan segala bentuk represif dan kesewenang wejangan ini. 


Kesal dengan tidak ada tanggapan, massa aksi membuat lingkaran sembari bernyanyi lagu kebangsaan, namun saat hendak membakar ban beberapa orang tak di kenal menerobos masuk ke dalam barisan massa aksi yang diduga adalah polisi dengan mengambil ban serta bensin aksi saling dorong sempat terjadi dan berlangsung memanas massa aksi tidak terima alat peraganya di ambil karena ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap bobroknya kinerja polres Siantar, namun massa aksi memundurkan barisan dan berjanji akan kembali pada Senin depan dengan memaksimalkan massa, walaupun harus aksi di setiap 2 Minggu sekali sampai tuntutan kami terpenuhi tutupnya.

(Red-SP.ID/Liputan. Marulak kader Sihaloho S.Hut)