Rekapitulasi Hasil Pemilu di Nagori Lestari Indah, Kec Siantar, Kab Simalungun Lambat Karena SDM Tak Berpengalaman -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Rekapitulasi Hasil Pemilu di Nagori Lestari Indah, Kec Siantar, Kab Simalungun Lambat Karena SDM Tak Berpengalaman

Sabtu, 17 Februari 2024



Simalungun, sumutpos.id - Pagi-pagi benar Rabu 14/02 para ibu rumah tangga sudah bergegas menyiapkan sarapan dan mencuci pakaian karena harus cepat pergi ke TPS untuk memilih Calon Presiden, DPR dan DPD.

Sumutpos.id meliput acara Pemilu ini di Nagori Lestari Indah, Kec Siantar, Kab Simalungun. Para pemilih bijak sudah menghapal betul nama dan nomor pilihan calonnya tetapi banyak, banyak kali yang hati nuraninya masih belum memilih secara lengkap dari 5 calon yang harus dipilih dalam satu putaran ini karena tak ada Tim Sukses yang memberi petunjuk. Tiba di depan TPS ramailah mereka berkumpul saling tanya siapa calon yang bagus untuk bisa mensejahterakan bangsa Indonesia ini. Banyak yang gamang memilih Capres, Caleg dan Calon DPD. Banyak yang asal pilih secara mendadak ketika sudah melihat nama dan nomor Calon disamping pintu masuk TPS saja.

Pukul 8.00 WIB sudah ada pemilih yang mencucuk calonnya. Kemudian mulai ramai hingga harus antri. Pukul 13.30 pencucukan dinyatakan selesai. Ada pemilih yang terlambat satu menit di TPS 6 tetapi Ketua TPSnya tak toleran walau sampai berdebat, ahirnya pemilih pulang dengan merepet. Perhitungan belum selesai ketika Sumutpos pulang karena kecapekan pada pukul 02.00 pagi. Kamis 15/02 suara utk Capres sudah tampil di Google dengan jumlah suara 58 % untuk Prabowo / Gibran. Terpantau bahwa SDM anggota TPS yang direkrut Panitia Pemilihan banyakan yang tidak trampil administrasi dan auditing. Hampir di setiap TPS ada yang salah hitung dan bahkan ada kertas suara yang berlebih seperti di TPS 5. Disini sempat lama terjadi problem mengambil solusi diapakan kertas suara sah yang dua kali cucuk itu. Untuk Pemilu mendatang Panitia Pemilih Suara harus cermat memilih SDM untuk ini. Masih hari Rabu 14/02 pukul 21.00 jumlah pemilih Presiden sudah di catat Google yaitu hasil sementara Quick Count dari 6 Organisasi Penghitung, Capres Prabowo sudah memperoleh suara secara Nasional 56 %. Sumutpos mencoba mengutip jumlah suara Capres tetapi beberapa Ketua TPS tak bersedia memberikan dan mengatakan "ambil di kantor Pengulu" dengan gaya kepala kantor yang melebihi gaya penguasa Belanda penjajah sebelum kemerdekaan RI. Buat Sumutpos gaya ini arogan dengan posisi 5 tahun sekali dan yang cuma dijabat selama beberapa hari saja itu. Mereka bersikap sebagai penguasa bukan sebagai pelayan rakyat. Para Ketua TPS belum semua mengerti UU Kebebasan Pers. Di TPS 09 yang diketuai oleh MK Girsang keberatan menjawab Sumutpos ketika menanyainya tentang hasil perhitungan suara Capres. Dia bilang wartawan gak boleh masuk TPS. Anggota Bawaslu di TPS itu dengan gaya tukang pukul mendatangi lalu mengusir Sumutpos dengan tuduhan" menganggu pelaksanaan Pemilu". Takut kena pukul Sumutpos mengalah. Sampai pukul 02 pagi perhitungan suara di Nagori Lestari Indah belum selesai. Sumutpos pulang tidur lalu besoknya kembali meliput Perhitungan suara ternyata sampai hari Kamis 15/02 sore masih ada beberapa TPS yang belum selesai membuat rekapitulasi suara. Ketua TPS yang memberikan hasil perhitungan suara untuk Capres adalah Ketua TPS 01, Riduan Sibarani, 06, Feriando Rajagukguk, 05, Kamerlan Gultom , 04, Sabdi Sitanggang dan 10, Daniel. Sementara sampai hari ini Sabtu sore 16/02 Google sudah mencatat suara untuk Capres Prabowo sebanyak 59, 8 %. Dengan ini Sumutpos.id mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuning sebagai Presiden RI periode 2024-2029. Horas !! Horas !! Horas !!




 

(RED-SP.ID/OPG)