Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2025 Pelajar SMP Minta Tempat Bermain Untuk Anak -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2025 Pelajar SMP Minta Tempat Bermain Untuk Anak

Jumat, 19 Januari 2024




Toba 19/1/24 Sumutpos.id : Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Toba menggelar Diskusi Publik untuk Rencana Awal (Ranwal) RKPD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Toba tahun 2025 di Balai Data lantai IV Kantor Bupati Toba pada Jumat (19/1/2024). 


Diskusi publik tersebut tidak hanya diikuti oleh pimpinan OPD, Forkopimda dan Camat, namun juga diikuti oleh tokoh masyarakat dari setiap kecamatan, pelajar hingga akademisi. 


Sebelum membuka diskusi,Bupati Toba, Poltak Sitorus dalam sambutannya menyampaikan berbagai capaian kerja Pemkab Toba sejak beliau menjabat sebagai Bupati Toba, termasuk capaian pembangunan infrastruktur, pendidikan, pertanian hingga peningkatan kunjungan wisata berkat dua event internasional yang diselenggarakan di Kabupaten Toba, yakni F1 Power Boat dan Aquabike Jetski World Championship. 


"Meski demikian masih banyak yang perlu kita benahi dan perbaiki. Karena itu dalam diskusi ini sangat diharapkan masukan dan saran dari Bapak-Ibu sekalian untuk menyempurnakan rencana awal yang telah disusun untuk RKPD tahun 2025," ujar Bupati. 


Adapun program prioritas RKPD 2025 yang telah disusun untuk mencapai visi.misi Pemkab Toba yang unggul dan bersinar adalah Peningkatan dan Pemerataan Kualitas Infrastruktur, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Program ini diutamakan menyasar sektor pariwisata, pendidikan dan pertanian yang menjadi program unggulan Pemkab Toba. 


Tiga narasumber yang menyampaikan paparan program pada Diskusi Publik tersebut adalah Kepala Bappelitbangda Kabupaten Toba, Sofyan Sitorus, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Fernando Samosir dan Kepala BPS Toba, Whenlis Purba. 


Usia menyampaikan materi, para peserta turut menyampaikan pandangan dan pendapatnya masing-masing, baik secara langsung maupun melalui isian tulisan yang disediakan. Adapun beberapa tanggapan yang disampaikan oleh para peserta diskusi adalah perihal ketersediaan pupuk subsidi, pemberian bibit unggul yang sejatinya tidak harus disalurkan melalui kelompok tani, sebab tidak semua petani masuk dalam kelompok. 



Selain itu, utusan dari HKBP AIDS Ministry menyampaikan bahwa saat ini pencegahan penularan HIV/AIDS harus masuk dalam program prioritas pemerintah, terlebih saat ini Kabupaten Toba telah menargetkan peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten Toba, pihak HKBP Aids ministry khawatir jika kunjungan wisata yang meningkat berdampak pada penularan HIV/AIDS yang juga meningkat, karena itu mereka berharap agar pemerintah memikirkan strategi untuk mencegah hal tersebut. 


Diakhir sesi tanya-jawab, seorang pelajar SMP yang diketahui bernama Frans Raja Jonehemia Sirait, siswa Yayasan Bona Pasogit Sejahtera turut menyampaikan pendapatnya. Pada kesempatan itu dirinya meminta agar pemerintah sedianya menyediakan area bermain untuk anak, termasuk menyediakan sarana olahraga dalam area tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar pemerintah memberi perhatian serius dalam melakukan pendampingan bagi anak-anak, khususnya anak yang menjadi korban pelecehan seksual. 


"Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, maka pemerintah harus mempersiapkan kami dari sekarang. Jadi kami berharap pemerintah bisa menyediakan taman bermain untuk anak-anak, dan juga call center yang harus diketahui seluruh masyarakat untuk menyampaikan pengaduan anak-anak," katanya yang disambut riuh tepuk tangan peserta diskusi.

(Red-SP.ID/DS)