Bupati Nias Barat Pantau Kondisi Banjir di Beberapa Titik -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Bupati Nias Barat Pantau Kondisi Banjir di Beberapa Titik

Monday, November 14, 2022

Nias Barat - Sumutpos.id : Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, yang baru saja tiba di Nias Barat setelah pulang melaksanakan tugas dinas di Medan, memantau kondisi warga di sejumlah lokasi yang dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur Nias Barat sejak beberapa hari terakhir, Minggu (13/11/2022).


Dari pantauan yang dilakukan di Desa Iraonogeba, Kecamatan Mandrehe Barat, salah seorang warga menceritakan kepada Bupati Khenoki Waruwu bahwa  semua warga dalam kondisi sehat, tidak ada korban jiwa, namun sebagian warga mengalami kerugian materi akibat banjir yang datang secara tiba-tiba saat warga tengah terlelap tidur.


“Tidak ada korban jiwa, sebagian warga hanya mengalami kerugian materi, seperti peralatan rumah tangga, ternak hanyut dan lahan pertanian digenangi banjir”, ujarnya.


Bupati Khenoki Waruwu di lokasi terjadinya banjir, mengharapkan agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan meminta masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.


“Saya harapkan kepada masyarakat Nias Barat untuk mengutamakan keselamatan dan tetap waspada”, harap Bupati Khenoki Waruwu.


Selain itu, Bupati Khenoki Waruwu juga  mengatakan bahwa Ia telah memerintahkan OPD terkait yaitu BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan OPD lainnya untuk memantau dan mendata warga yang terdampak banjir serta memantau kondisi kesehatan warga pasca banjir.



Sebagaimana diketahui bahwa, sejak beberapa hari belakangan ini, wilayah Nias Barat diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa lokasi akibat meluapnya sungai Moro’o, Sungai Lahomi dan beberapa sungai-sungai-sungai kecil lainnya.


Untuk itu, pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berupaya untuk melakukan tindakan preventif kesiapsiagaan darurat bencana dengan menghubungi BPBD melalui pemerintah desa dan kecamatan, sehingga upaya-upaya penanganan dapat segera dilakukan.(Red-SP.ID/FH)