Bupati Toba Dorong Sistem Pertanian Terpadu Melalui Kepala Desa -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Bupati Toba Dorong Sistem Pertanian Terpadu Melalui Kepala Desa

Wednesday, August 31, 2022

Balige (31/8/22)-Sumutpos.id: Bupati Toba, Poltak Sitorus meminta gerakan tanam dua kali panen dua kali ( model tanam cepat panen)
dan pemakaian pupuk organik segera disosialisasikan para kepala desa bersama perangkatnya kepada masyarakat petani. 
Hal ini dikemukakan Bupati Poltak Sitorus dalam arahannya pada acara 
Pengarahan Pengendalian Inflasi dan Model Tanam Cepat Panen Cepat bersama Kepala Desa se-Kecamatan Laguboti di Aula Kantor Camat Laguboti, Rabu, (31/8/2022).
Menurut bupati, keseluruhan gerakan yang  bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat petani ini disebut juga dengan Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu. 

Ini merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan hal pertanian dengan peternakan.

"Harus kita dorong masyarakat dengan integrated farming system -sistem pertanian terpadu, ini yang paling tepat sekarang karena inflasi, juga kekurangan telor ayam,daging di Toba minus (kekurangan) 70 persen,"kata Bupati Poltak 
Gerakan tanam dua kali panen dua kali bisa menyesuaikan sesuai kondisi lahan petani. Bisa padi dilanjut padi, padi -jagung, padi-beternak ikan, atau padi -tanaman palawija lainnya.

Guna mengatasi sulitnya secara nasional akan pemenuhan pupuk kimia yang biasa dipakai petani di daerah ini,jalan keluarnya,harus mencoba penggunaan pupuk organik yang bahannya berasal dari tanaman dan atau kotoran hewan yang telah melalui proses, hasilnya dapat berbentuk padat atau cair. 

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Camat Laguboti Aprillia Nessy Tampubolon , para kepala desa menyatakan kesediaan desanya untuk dilatih bagaimana membuat pupuk organik.
Bupati Poltak pun langsung merespon dengan memerintahkan Kepala Dinas  Pertanian T.H Sitorus bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sahat Manullang agar membuat pelatihan pembuatannya dengan dibimbing ahlinya.

Mengenai permintaan bibit jagung, Bupati dan Kadis Pertanian sama-sama menginformasikan bahwa bantuan bibit jagung nantinya  diprioritaskan bagi petani dan masyarakat yang belum menerima pada periode tahun lalu.
Pada bagian akhir pengarahan tanam dua kali panen dua kali ini, Bupati,Kadis Pertanian,Kadis Ketapang ,Camat Laguboti ,staf Kantor Camat Laguboti bersama para peserta yaitu Kepala Desa , beberapa perangkat desa yang mewakili Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, dan Mahasiswa PKL  Polbangtan Medan secara serentak bersemangat  menyerukan ucapan "Sukseskan tanam  dua kali panen dua kali ,asa mamora hita (supaya kita sejahtera)." (Red-SP.ID/DS)