Kolaborasi Koperasi Dengan Perbankan Sangat Diperlukan -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Kolaborasi Koperasi Dengan Perbankan Sangat Diperlukan

Saturday, July 30, 2022

Dairi-sumutpos.id:Pemerintah Kabupaten Dairi menyelenggarakan pelatihan perkoperasian bagi pengurus dan pengelola koperasi yang ada di wilayah Kabupaten Dairi dalam rangka peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi melalui pelatihan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi, Jumat 29/07/2022 di Hotel Mutiara Sidikalang.

Kegiatan yang bersumber dari dana alokasi non fisik TA 2022, ini dihadiri oleh Bupati Dairi DR. Eddy Keleng Ate Berutu, sebagai narasumber hadir Parluhutan Dalimunthe dari Balai Pelatihan Koperasi Provsu, dan sebagai tuan rumah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Iwan Taruna Berutu dan dari pihak perbankan yakni BRI.

Dalam arahannya Bupati menyampaikan pemanfaatan teknologi dalam dunia koperasi saat sekarang sudah sangat perlu, seperti pemanfaatan uang digital berbasis aplikasi juga perlu. Selain itu kolaborasi dengan Bank dimana koperasi itu berada juga perlu dilakukan dalam meningkatkan pelayanan.

“Saat ini adalah zaman Cash Less (red: tanpa uang tunai), yang bisa kita manfaatkan dengan berbagai aplikasi digital. Bahkan di Kota besar seperti Jakarta dan Bandung, pemanfaatan aplikasi ini ditempat-tempat dan fasilitas umum sudah menjadi hal biasa kita temui sebagai alat pembayaran,” kata Bupati.

Hubungannya menurut Bupati adalah, ada baiknya koperasi pun mampu mengadopsi hal tersebut dalam aktifitas simpan pinjam.

“Koperasi yang kita kenal sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia, dituntut untuk mampu mengadopsi akan sistem pembayaran digital dalam aktifitas koperasi melaksanakan simpan pinjam,” kata Bupati menambahkan.
Bupati juga menerima pertanyaan dari beberapa peserta terkait kolaborasi bank dan koperasi, bagaimana dengan MoU nya, dan bagaimana caranya agar gaji pegawai negeri yang tergabung dalam KPN secara otomatis terpotong setiap bulannya guna memperlancar transaksi keuangan di dalam koperasi itu sendiri.

“Bank dan koperasi punya pangsa pasar yang berbeda, dan baiknya koperasi harus menganggap bank sebagai mitra. Saya akan memohon kepada perbankan agar fasilitas yang diminta kepada bank tidak membebani koperasi,” kata Bupati mengakhiri.

Berbagai masukan juga diperoleh dari para peserta dalam pelatihan ini, meningkatkan durasi pelaksanaan pelatihan guna memperoleh transfer skill dan ilmu dari berbagai mentor, sehingga koperasi secara ekonomi dapat meloncat lebih cepat.(Red-SP.ID/Cs)