Sadis! Pelajar di Dairi Dipukuli, Diikat dan Disekap di Kafe Jalan Ring Road -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Sadis! Pelajar di Dairi Dipukuli, Diikat dan Disekap di Kafe Jalan Ring Road

Tuesday, June 28, 2022

Dairi-Sumutpos.id:Seorang anak berinisial ASN (17) diduga menjadi korban penganiayaan pemilik dan pekerja salah satu tempat hiburan malam di jalan Ring Road, Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

ASN yang beralamat di Kecamatan Lae Parira dan masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah Swasta itu menceritakan awal kejadian dirinya mengalami penganiayaan.

“Awalnya aku di dihubungi melalui telepon oleh seseorang pekerja kafe (D), aku diajak mengambil paket ke Medan. Waktu itu aku dijanjikan akan diberi uang jajan setelah pulang dari Medan”, ucapnya kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

ASN pun menerima ajakan pekerja kafe berinisial D dan menemuinya ke kafe di tempatnya bekerja.

Setibanya di kafe, ASN bersama D berangkat ke Kota Medan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario yang merupakan milik dari bos kafe tersebut.

“Karna aku kenal pekerja kafe itu aku mau ikut menemaninya”, tambahnya.

Saat menuju Medan, ASN mengaku dirinya yang membawa sepeda motor, naum setelah memasuki kota medan si D meminta membawa sepeda motor.

“Sini aku (D) aja yang bawa keretanya nanti enggak tau kau jalannya”, ucap ASN menirukan ucapan D.

“Karna Memang aku nggak tau seluk beluk kota Medan. Aku kasih dia yang membawa kereta”, ucapnya ASN lagi.

Selanjutnya, ASN mengaku dibawa ke suatu tempat dan dirinya di turunkan di salah satu persimpangan.

“Waktu aku diturunkan, dia (D) meminta handphone ku, supaya dia (D) bisa menghubungi kawannya yang akan mengantarkan paket. Dan aku memberikan Handphone ku”, jelasnya.

Namun, saat dia pergi meninggalkan ASN, ASN menunggu ditempat iya diturunkan hingga pukul 04.00 pagi, akan tetapj diakuinya si D tak kunjung kembali.

Akibat kebingung ASN bertanya kepada supir ojek online yang ada di sekitar lokasi tersebut dimana dirinya berada saat ini.

“Aku gak tau berada dimana dan aku tanya Abang tukang ojek online katanya aku ada di sekitar Marelan pasar 3”, sebutnya.
“Aku sempat menginap di SPBU dan paginya aku di kasih tau pekerja SPBU supaya naik angkutan menuju arah Padang Bulan. Dari sanalah aku bisa pulang ke Sidikalang”, ungkapnya lagi.

Ketika tiba di rumah orang tuanya, ASN mengaku mendapat kabar bahwa pekerja kafe datang mencarinya.

ASN pun kemudian pergi ke lokasi kafe, setibanya dirinya langsung dituduh melakukan penggelapan sepeda motor yang di bawa D bersamanya.

“Aku yang nggak tau apa – apa, dituduh mereka mencuri sepeda motor milik bos kafe, aku dipukuli dan disekap selama seminggu di sebuah kamar gelap”, ungkap Korban.

Dijelaskan, saat dirinya disekap tangannya diikat oleh para pekerja kafe hingga beberapa hari.

“Waktu itu badan ku yang luka juga disiram air cabai lalu aku diancam kemaluan ku akan dipotong kalau aku nggak mengaku,” imbuhnya.

Meski mendapatkan kekerasan ASN tetap bertahan dan tidak mengakui bahwa dirinya ikut melakukan pencurian sepeda motor bos pemilik kafe.

“Aku bilang kepada mereka yang melakukan penganiayaan terhadapku, kalian bunuh pun aku nggak akan ku akui, karna aku memang gak merasa bersalah”, pungkasnya.

Sementara ibu Korban Masri Silaban mengaku selama anaknya di sekap, orang yang berada di lokasi kafe mengaku tidak mengetahui keberadaan anaknya.

“Anak ku mengaku saat aku datang menanyakan dimana dia, dirinya mendengar suaraku, namun karna dia di sekap dan mereka bilang tidak ada di situ aku tidak bisa berbuat apa – apa”, ucapnya dengan wajah bersedih.

Di akuinya setelah beberapa kali mendatangi lokasi kafe dirinya berhasil membawa anaknya pulang.

Tidak terima anaknya mengalami penganiayaan, dirinya membuat laporan ke Polres Dairi pada 10 Juni 2022 lalu.

Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto  Purba saat dikonfirmasi sore selasa pukul 15.30 via whtshapp mengatakan untuk saat ini masih dalam penyelidikan belum ada penetapan atau penangkapan.(Red-SP.ID/CS)