Warga Desa Lasarafaga, Kec. Mandrehe Barat Minta Perhatian Khusus Dari Pemerintah Soguna Ba Zato -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Warga Desa Lasarafaga, Kec. Mandrehe Barat Minta Perhatian Khusus Dari Pemerintah Soguna Ba Zato

Wednesday, April 6, 2022

(Image/gambar) warga desa Lasarafaga melaksanakan aksi gotong royong bersama pemerintah Desa

Nias Barat - Sumutpos.id : Warga Desa Lasarafaga terlihat sangat antusias melaksanakan gotong - royong untuk perbaikan jembatan gantung Bowou darurat sementara yang berlokasi di dusun II Tumori Faga Desa Lasarafaga Kecamatan Mandrehe Barat. Rabu ( 06/04/2022 ) 



Kegiatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Desa yang dipimpin oleh Kades Lasarafaga, Angerago Zebua dan dikerjakan secara bersama-sama baik dalam pengangkutan bahan seperti pohon kelapa yang sudah ditebang dan begitu juga papan yang jarak tempuh kurang lebih 1 KM dari lokasi dan harus digotong oleh masyarakat itu sendiri tanpa mengenal lelah demi anak anaknya dan tanpa minta upah. 


Kades Lasarafaga saat ditemui awak media dilokasi gotong royong mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah meluangkan waktunya, tenaga dan materi. "Biarlah Tuhan kita Yesus yang dapat membalaskannya kepada bapak/ibu sekalian."


Angerago zebua menyampaikan jembatan ini adalah satu-satunya akses jalan pintas dari Kecamatan Moro'o menuju kecamatan Mandrehe Barat, dan jembatan ini setiap harinya dilalui oleh warga sekitar. Para Guru yang mengajar di SD Tumori Faga dan terlebih lebih anak sekolah baik dari tingkat SD, SMP dan SMK. 

Dilokasi yang sama, Kadus II Tumori Faga Emileti Zebua saat diwawancarai awak media sumutpos.id menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud kebersamaan kami warga Desa Lasarafaga mengingat selama ini banyak anak anak kami yang masih SD menderita hampir tidak ingin bersekolah lagi hanya gara gara jembatan ini susah dilewati dan begitu juga warga sering jatuh dari sepeda motor bahkan sampai nyemplung ke air sungai Moroo bersama sama dengan kendaraan yang dinaiki. 


Menurutnya pembangunan jembatan ini dilaksanakan secara sukarela dan anggaran yang dibutuhkan kurang lebih 25 juta, semuanya bersumber dari simpatisan dan sumbangan warga sekitar serta dibantu oleh pemerintah desa, baik itu dalam bentuk mami maupun sumbangan lainnya. 

Seterusnya ia mengatakan, kami masyarakat Desa Lasarafaga memohon perhatian dari Pemkab Nias Barat kiranya dapat mengalokasikan sebagian anggaran Daerah untuk membangun jembatan ini dan jikalau berkenan kami harap bapak Bupati Khenoki Waruwu turun langsung ke lokasi untuk lebih jelas melihat seperti apa kondisinya. Sambil mengakhiri (Red-SP.ID/FH)