Dua Ekor Ternak Lembu Diduga Diterkam Harimau di Afdeling III Nagori Parmonangan -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Dua Ekor Ternak Lembu Diduga Diterkam Harimau di Afdeling III Nagori Parmonangan

Thursday, April 14, 2022

(Image/Gambar) : Tampak lembu mengalami luka diduga diterkam harimau.

Simalungun - Sumutpos.id : Dua ekor ternak lembu milik warga mengalami luka dipunggung dan dipaha diduga diterkam harimau di Afdeling III PTPN IV Bah Birong Ulu, Nagori Parmonangan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Tiga Balata, AKP Armada Simbolon didampingi Kanit Reskrim Ipda Edy M Lubis kepada media ini, Kamis (14/4/2022).

Armada menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari pihak perkebunan, pihaknya langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama pihak perkebunan serta Dinas Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KASDA) Sumut, dan membenarkan bahwasanya dua ekor ternak lembu masing-masing milik Sugito dan Hendro dalam keadaan luka dipunggung dan dipaha akibat diterkam oleh seekor harimau dengan didukung adanya jejak tapak kaki harimau tersebut.

Selanjutnya, kita himbau kepada masyarakat dan juga pihak perkebunan untuk berhati-hati melaksanakan aktivitasnya di areal perkebunan tersebut serta personil, pihak Dinas kehutanan, perkebunan dan masyarakat untuk patroli dimana keberadaan harimau," ujar Armada.

Sementara itu, pihak PTPN IV Bah Birong Ulu melalui Assisten Afdeling III Hedrik Bangun ketika dikonfirmasi via selulernya membernarkan kejadian.

"Benar, ada 2 ekor ternak lembu milik warga diduga diterkam harimau. Kejadiannya subuh hari ini, tapi informasi kita dapatkan dari centeng sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung kita laporkan ke pihak Polsek Tiga Balata, dari keterangan pihak kehutanan yang langsung melihat kelokasi juga membenarkan jika luka bekas cakaran dan gigitan itu serta bekas tapak kakinya adalah harimau," kata Hendrik.

Himbauan kita kepada pekerja serta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya, kepada pemilik ternak agar dikandangkan," tandas Hendrik.

Pangulu (Kepala Desa) Nagori Parmonangan Prayetno meminta kepada pihak berwenang agar segera menelusuri dan menangkap harimau tersebut demi keselamatan pekerja khususnya masyarakat Nagori Parmonangan yang memang tinggal dekat dengan lingkungan perkebunan," ungkapnya.(Red-SP.ID/FIS)