Aksi 11 April 2022, Gerakan Mahasiswa di Medan Dinilai "Kurang Greget" -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Aksi 11 April 2022, Gerakan Mahasiswa di Medan Dinilai "Kurang Greget"

Tuesday, April 12, 2022


(Image/gambar):Aksi Unjuk Rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumut, sekedar kompoi lewat.

Medan, Sumutpos id.– Gerakan mahasiswa di Kota Medan dinilai kurang greget,  tidak berani menyuarakan aksinya sebagaimana di daerah lainnya, seperti di Ibu Kota, Jakarta. Sehingga sejumlah kalangan masyarakat mempertanyakan lemahnya sikap kritis mahasiswa di Medan saat ini,11/4/2022.

Gerakan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kondisi bangsa saat ini kurang menggigit. Kita tidak berharap para adik-adik mahasiswa melakukan penyerangan namun ikut aksi menyuarakan aspirasi masyarakat,”ungkap salah satu mantan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumut.

Menurut dia, lemah atau tidak adanya gerakan yang berarti dari kalangan mahasiswa di Medan, kemungkinan disebabkan salah satunya kebijakan pimpinan kampus yang cenderung membatasi gerakan mahasiswa nya.

Padahal menurut dia, aksi 11 April wajar dilakukan oleh mahasiswa dan seharusnya sudah dari sebelum April mahasiswa sudah melakukan aksi. Hal ini sebagai gerakan moral yang selalu mengingatkan pemerintah agar tidak melenceng dari kewajiban menjalankan pemerintahan dengan bersih, benar adil untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

“Sebab pemerintahan sekarang ini sudah semakin jauh dari cita cita kemerdekaan bangsa dan visi misi presiden saat dipilih rakyat dalam pemilu lalu. Hal ini melihat kondisi kehidupan bangsa yang terancam terkoyak karena tidak adilnya pemerintah dalam merespon persoalan bangsa ini. Dimana ekonomi lambat, kemiskinan bertambah, kebutuhan pokok rakyat langka dan mahal, hutang menigkat tajam,” katanya.

“Tapi justru pemerintah menggulirkan wacana penundaan pemilu, perpanjang jabatan presiden. Bahkan presiden 3 periode yang jelas melanggar konstitusi. Jadi wajar mahasiswa turun mengingatkan pemerintah,” imbuhnya.

DPRD Sumut Sepi

Sementara itu, pantauan di gedung DPRD Sumut, pagi hingga masuk waktu berbuka puasa, sama sekali tidak ada satu elemen mahasiswa menyampaikan aspirasinya ke gedung wakil rakyat itu. Hanya ada satu gerakan terlihat di depan gedung dewan, sejumlah massa mengenderai sepeda motor melintas di depan gedung dewan sambil berteriak teriak.

“Mereka hanya lewat saja bang sambil berteriak dan menggeber sepeda motornya. Mungkin mereka aksi ke tempat lain. Sebab mereka tidak ada berhenti kesini,” kata seorang petugas Satpam DPRDSU kepada wartawan usai melihat aksi massa tersebut.


Padahal sebelumnya,  informasi diterima kalangan wartawan, sejumlah elemen massa khususnya mahasiswa akan melakukan gerakan atau aksinya ke sejumlah titik dan dipusatkan ke Gedung DPRD Sumatera Utara. Namun ditunggu hingga masuk waktu berbuka puasa, aksi tersebut sama sekali tidak kunjung tiba.

Pantauan wartawan hanya satu orang yang terlihat di gedung wakil rakyat tersebut yakni Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani.(Red-SP.ID/MYT)