Saharman Harefa, Ketua Komisi I DPRD Ingatkan Instansi Dan Penegak Hukum, Diduga Adanya Penimbunan Minyak goreng Di Wilayah Pulau Nias -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Saharman Harefa, Ketua Komisi I DPRD Ingatkan Instansi Dan Penegak Hukum, Diduga Adanya Penimbunan Minyak goreng Di Wilayah Pulau Nias

Tuesday, February 15, 2022

 

(Image/Gambar) : Saharman Harefa Ketua Komisi I DPRD kota Gunungsitoli.

Gunungsitoli - Sumutpos.id :
informasi tetang dugaan Penimbunan Minyak Goreng di wilayah kota Gunungsitoli, Komisi I DPRD Ingatkan para penegak hukum.


Kabarnya informasi tersebut beredar disalahkan satu Grup WhatsApp yang menyampaikan adanya Dugaan penimbunan, Berikut Komentarnya Berinisial PB saat mengomentari berita disalah satu digrup itu. Selasa, (15/02/2022) 


"Apa memang ia penjelasan dari Kadis Perindag??? Kenyataan dilapangan kok berbeda. Setelah dilakukannya operasi pasar,minyak goreng,khusus merk "MM"dan "SUNCO" pd sore menjelang magrib dipasok ke kedai2 dgn jumlah yg cukup lumayan banyak.Apakah dgn kejadian ini mungkinkah penimbunan terjadi???.kalau iya..siapa pemainnya,


Lanjutnya, Belum sampai pada tahap pernyataan"adanya penimbunan".Tetapi hanya temuan dilapangan kemarin menjelang magrib.kita bersama adik2 dari organ pergerakan terus memantau kondisi ini, Dan Utk diketahui bersama.kemarin,harga minyak goreng merk "MM" di alvamidi Rp.13.000/1liter.Ditempat lain(kedai)Rp.16.000,-/liter," Ucap yang bersangkutan tersebut.


Menanggapi hal tersebut Saharman Harefa Ketua Komisi I DPRD kota Gunungsitoli prihatin dan ingatkan istansi terkait, "Saya prihatin dengan situasi yang terjadi wilayah kita saat ini, Terkait adanya dugaan Penimbunan Minyak Goreng tersebut, Maka saya mengingatkan istansi yang terkait dan penegak hukum untuk melakukan Operasi pasar terkait persoalan ini," tuturnya.


Diwaktu yang terpisahkan juga Edward Firman Firdaus lahagu Wakil ketua Bidang Aksi dan pelayanan DPC GAMKI kota Gunungsitoli,


Menyampaikan," Terkait informasi yang telah beredar di media Group WhatsApp adanya dugaan penimbunan maka kami Sebagai Masyarakat berharap agar persoalan ini dapat diselidiki kebenaran agar dapat di proses," Cetusnya mengakhiri.

(Red-SP.ID/FH).