Robot Buatan WBP Rutan Labuhan Deli Diminati Pebisnis Cafe -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Robot Buatan WBP Rutan Labuhan Deli Diminati Pebisnis Cafe

Wednesday, November 17, 2021

(Image/Gambar) :  Robot Buatan WBP Rutan Labuhan Deli Diminati Pebisnis Cafe

 

Medan - Sumutpos.id : Viralnya di sosial media dan pemberitaan media online di Rutan Kelas I Labuhan Deli proses pembuatan Robot Miniatur dan Kerajinan tangan lainnya, membuat pesan mengalir dari para pembisnis di Kota Medan.

Salah satunya pemilik cafe Kopi Bg Bay membeli 3 unit Robot Miniatur dari Rutan Labuhan Deli dan memajangnya di beberapa sudut cafe yang beralamat di Gg Lapangan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli.

Kuatnya semangat untuk berubah lebih baik lagi, Warga Binaan Pemasyarakatan berhasil membangun bisnis dibalik jeruji besi dengan membuat Robot Miniatur berbahan limbah Mancis dan lainnya.

(Image/Gambar) : Robot Buatan WBP Rutan Labuhan Deli

 

Wilson mewakili petugas Rutan menjelaskan, keberhasilan bisnis handycraft ini tidak terlepas dari peran Kepala Rutan Nimrot Sihotang yang selalu memberikan kepercayaan bagi WBP yang ingin berubah dan memfasilitasi kemampuan warga binaan sehingga terampil.

Kepala Rutan Nimrot Sihotang berharap ke depannya masyarakat tidak memberikan stigma negative kepada warga binaan sehingga kreatifitas WBP dibalik jeruji besi dapat dipasarakan dan punya nilai bisnis.

Disisi lainnya bang Bay yang telah membeli 3 unit Robot Miniatur tersebut tidak menyangka hasil dari saudara saudara kita WBP di Rutan Labuhan Deli, "jujur nie saya dapat share dari grup whatsapp beberapa hari yang lalu dan melihat hasil Robot Miniatur keren sekali," bisa ladang bisnis nie". Jelasnya

Karena nilai jualnya sangat besar,  berbahan baku dari limbah Mancis yang tidak terpakai lagi dan di kerjakan WBP, ini sangat besar nilai bisnisnya. Dari situlah bang Bay membelinya.

(Image/Gambar) :  bang Bay pebisnis cafe yang  membeli 3 unit Robot Miniatur

 

Karutan Nimrot Sihotang mengatakan bahwa mereka yang sedang dibina ini  adalah orang yg salah jalan, sehingga kami berkewajiban untuk mengarahkan dan memberikan bekal berupa skill kepada para WBP agar kelak mereka setelah bebas tidak lagi menjadi orang  yg terstigma oleh masyarakat namun kehadiran nya diterima.

Harapanya mereka lebih produktif dangan pengetahuan yang sudah didapat selama mengikuti pembinaan kemandirian dan kepribadian, "kami dengan segala kemampuan akan memberikan yg terbaik bagi mereka, karena ketika mereka menjadi org yg baik dan tidak mengulangi kembali kejahatannya setelah diluar merupakan suatu kebanggaan buat kami dan institusi". Jelas Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli Kota Medan.

 

(Red-SP.ID/ARS).