Pengambil Alihan PD IPA (Ikatan Pelajar Al Wasliyah) Kota Medan, Hafizul Choiri Saragih, Wakil Ketua II PW IPA : "Ada Yang Janggal" -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Pengambil Alihan PD IPA (Ikatan Pelajar Al Wasliyah) Kota Medan, Hafizul Choiri Saragih, Wakil Ketua II PW IPA : "Ada Yang Janggal"

Selasa, 19 Oktober 2021

(Image/Gambar) :  Hafizul Choiri Saragih Wakil Ketua II PW IPA Sumut  

 

Medan - Sumutpos.Id : Tepat 09 Oktober 2021, Pimpinan Daerah IPA (Ikatan Pelajar Al Wasliyah) Kota Medan diambil alih kepengurusannya oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Wasliyah Sumut Kabarnya, Tapi Terlihat Kejanggalan.

Tanggal 17 Oktober 2021 Hafizul selaku Wakil Ketua II PW IPA Sumut hasil Rapat Pleno Reshuffle kepengurusan, yang juga dulunya Bendahara PW IPA Sumut hasil rapat formatur mengatakan ada hal yang mengganjal  melihat kondisi PW IPA Sumut hari ini.

"Bagaimana Kepengurusan PD IPA Medan di bawah Kepemimpinan, Ketua Bayu Rizki Nugraha Anshor dan Sekretaris Khaidir Hanafi bisa diambil alih, Sedangkan Saya dan beberapa pengurus Yang lain tidak tahu menahu soal ini." Ujar Hafizul

Hafizul mengatakan kembali, Sesuai dengan Surat Undangan rapat pleno PW IPA Sumut Dengan Nomor : 096/PW.IPA.Sumut/SU/K-S/A/IX/2021, pada Surat tersebut jelas di terangkan, agenda Terkait Rapat Pleno tentang Evaluasi Kinerja PD IPA Kota Medan, Atas Adanya Permohonan Evaluasi dari Beberapa PC IPA Di Kota Medan.

"Saya sudah mengonfirmasi kepada beberapa pengurus PW IPA Sumut yang berhadir pada rapat pleno tersebut. Berdasarkan dari Agenda rapat pleno terkait evaluasi kinerja PD IPA Kota Medan, pembahasan pada saat itu memang benar tentang evaluasi kinerja dan langsung di hadiri Ketua PD IPA Medan Itu Sendiri (berhubung beliau juga Pengurus PW IPA Sumut) yang memberikan kesaksian dan klarifikasi terkait hal hal apa saja yang di evaluasi, apa saja yang harus di perbaiki dan dilaksanakan kedepannya, hingga pada akhirnya rapat di tutup dengan tidak ada nya melahirkan keputusan secara mufakat baik dari Pimpinan dan pengurus PW IPA Yang hadir, untuk Pengambil Alihan PD IPA Kota Medan." Tambah Hafizul

Hingga pada akhirnya, selang beberapa hari kemudian, Hafizul Selaku Wakil Ketua II PW IPA Sumatera Utara dan beberapa pengurus lainnya dikejutkan dengan sebuah kebijakan yang diputuskan oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah IPA Sumut tentang pengambil alihan kepengurusan PD IPA Kota Medan, Hafizul mengatakan ada beberapa hal yang mengganjal dari keputusan tersebut.

"Saya dan beberapa pengurus PW IPA Sumut merasa ada hal hal yang sangat mengganjal dari keputusan tersebut: Pertama, PD IPA Kota Medan di Ambil Alih Di karenakan, Di sampaikan pada Lampiran surat, point memperhatikan, di jelaskan bahwasanya PD IPA Kota Medan Mencemarkan Nama Baik Organisasi, Terkait Pemalsuan Berkas Administrasi Angkatan Putri Al Washliyah Kota Medan". Ujarnya kembali

"Sebenarnya, Ini permasalahan pribadi Sahabat Bayu Rizki Nugraha Anshor dengan Angkatan Putri Al Washliyah Kota Medan Yang sudah saya klarifikasi langsung dengan Sahabat Bayu bahwasanya masalah ini sudah selesai. Kalau di lihat dari agenda Rapat Pleno yang tiba-tiba, di mana surat masuk kurang dari 3 jam dan pemanggilan ketua dan sekretaris PD IPA Kota Medan secara terpisah yang juga tiba-tiba yaitu kurang dari 12 jam dengan Agenda klarifikasi tentang evaluasi kinerja PD IPA Medan, disini tidak sinkron dengan yang tiba-tiba juga ada Pengambil Alihan ini, Kenapa?"

"Kalau kita lihat disini, ada upaya penarikan sebuah permasalahan, yang sebenarnya Ini permasalahan pribadi sahabat Bayu dengan Pengurus PD IPA Kota Medan, yang sebenarnya sudah selesai. Sehingga seolah-seolah menjadi sebuah permasalahan organisasi yang dilakukan oleh seluruh Pengurus PD IPA Kota Medan. Hingga pada akhirnya dapat Saya Simpulkan Menjadi Sebuah Tuduhan Kepada Seluruh Pengurus PD IPA Kota Medan, yang membuat tidak kondusifnya para kader-kader dibadan PD IPA Medan itu sendiri"

"Kedua, Pengambil Alihan PD IPA kota Medan Tanpa Adanya Rapat Pleno. Saya Selaku Wakil Ketua II PW IPA Sumatera Utara beserta beberapa pengurus PW IPA Sumut lainnya merasa kecewa dengan keputusan ini, dimana kita di organisasi IPA ini, menjunjung tinggi Azas Musyawarah Mufakat, yang mekanismenya sudah diatur dengan menggelar Rapat Pleno Yang Putusannya  itu murni lahir dari kesepakatan Para Pengurus dan di saksikan Langsung oleh pengurus Yang Hadir Pada Rapat tersebut. Saya Pada Saat itu tidak tau hal ini terjadi, tiba tiba muncul di status WhatsApp di hp saya. Yang saya lebih bingung lagi, Ketua PW IPA Sumut Saat itu sedang tidak berada di Kota Medan, Kenapa bisa ada tandatangan?" Pungkasnya.

Bukan hanya saya, bahkan beberapa pengurus PW IPA Sumut lainnya merasakan adanya kejanggalan dalam memutuskan pengambil alihan ini tanpa melawati mekanisme Rapat Pleno yang mufakat. Hal ini langsung saya konfirmasi kepada korban, yakni Pengurus PD IPA Kota Medan, mereka kooperatif saat saya tanyai dan memang ini bukan masalah organisasi, dan mereka mampu memaparkan alur kronologis permasalahan ini dapat saya simpulkan, tidak adanya sangkut paut masalah ini terhadap permasalahan organisasi, apalagi pelanggaran-pelanggaran terhadap AD ART dan PO IPA.

Begini loh, kita ini di dalam organisasi terkhusus di IPA ini, marilah mengedepankan Sifat Tabayyun, serta objektif dalam menghadapi suatu permasalahan, apakah benar hari ini permasalahan itu melanggar kaidah- kaidah panutan organisasi kita? Yaitu AD ART dan PO IPA? Apalagi sampai permasalahan pribadi seseorang yang sebenarnya diluar konteks dari IPA itu sendiri, kita tarik-tarik kedalam permasalahan yang sebenarnya Ini tidak menjadi permasalahan organisasi.

Lagi pun kan ada mekanisme yang harus kita hargai, salah satunya Rapat Pleno yang tujuan nya sudah jelas untuk  mendiskusikan, menelaah dan memutuskan dari sebuah perkara, yang pada akhirnya keputusan yang dilahirkan itu adalah keputusan mufakat bersama para Pengurus Organisasi itu sendiri." Ungkap Hafizul saat awak media ini wawancarai, Senin, (18/10/2021), di Kantor PW IPA Sumut di Jalan Sisimangaraja, Medan.

Hafizul juga mengungkapkan kesimpang - siurannya terhadap PW IPA Sumatera Utara selama ini.

"Sebenarnya kesimpang siuran didalam tubuh Kepengurusan PW IPA Sumut ini sudah lama saya rasakan. Dengan adanya pengurus Aktif yang dikeluarkan tanpa sebab, penonaktifan sahabat Putera Chairul Hady Siregar sebagai sekretaris PW IPA Sumut yang katanya melanggar AD ART, dan yang paling membingungkan lagi ialah, Surat Rapat Pleno waktu itu ditandatangani oleh Ketua PW IPA Sumut dan Wakil Sekretaris I PW IPA Sumut, yang jelas saya lihat kode penandatanganan pada surat undangan itu adalah “K-S” yang artinya Ketua dan Sekretaris, padahal Putera Chairul Hady Siregar sebagai Sekretaris masih menjadi Sekretaris PW IPA Sumut yang Sah, dan baru pulang dari Kabupaten Labura untuk meninjau Pelajar-Pelajar Al Washliyah disana.

Marilah kita yang hari ini memiliki amanah jabatan, sama-sama kita ciptakan keteduhan, bukan kegaduhan, mari kita ciptakan kemufakatan bukan ke munafikan, sehingga Kemaslahatan itu akan benar-benar sampai pada setiap insan pejuang terkhusus para kader Ikatan Pelajar Al Washliyah, yang masih dengan ikhlas sukarela merawat dan menghidupi organisasi yang kita cintai ini.

Maka dari itu, kami menilai pengambil alihan PD IPA Kota Medan cacat akan hukum dan administrasi yang ada, dikarenakan dalam pengambil alihan atau karateker katanya, tidak sesuai AD ART dan PO IPA. Berarti Hari ini Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah IPA Sumut menghiraukan AD ART dan PO sebagai landasan dan bahan rujukan dalam permasalahan ini. Terakhir Menimbulkan Paradigma dan permasalahan yang cukup besar di tengah-tengah Kader IPA terkhusus di Kota Medan hari ini. Ujungnya saya menyimpulkan Ketua dan Sekretaris PW IPA Sumatera Utara Bersikap Otoriter dan bersifat arogansi dalam berorganisasi." Tutup Hafizul.

 

(Red- SP.ID/SH)