Rintihan Rakyat Jalan Di SImalungun Sungguh Terlalu -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Rintihan Rakyat Jalan Di SImalungun Sungguh Terlalu

Monday, September 13, 2021

RINTIHAN RAKYAT JALAN DI SIMALUNGUN SUNGGUH TERLALU

Oleh: Julister Sihite, S.Pd

Hampir beberapa tahun terakhir ini, jalan di Kabupaten Simalungun, Sumut sungguh terlalu rusak dan begitu parah. Sehingga membuat pengguna jalan menderita lahir dan bathin.

Penulis sendiri mengalaminya, khususnya yang selalu saya lewati sepanjang jalan Asahan. Belum jalan daerah lainnya.

Pemilihan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih sudah terlaksana dan pemerintahannya sudah berjalan menuju 1 tahun.

Harapan sebagian besar masyarakat Simalungun agar jalan - jalan di Simalungun di perbaiki di sana - sini, dan Bupati meresponnya dengan slogan "MARHAROAN BOLON" atau GOTONG - ROYONG.

Nampaknya program ini disambut baik di seantero Simalungun, sehingga dapat penghargaan dari MURI. Tapi kelanjutannya itu yang jadi masalah dan tanda tanya besar.

Apakah gotong - royong itu efektif dan akurat??? Apakah rakyat sanggup begitu terus??? Karena pengamatan penulis, hasil gotong - royong tersebut hanya bertahan beberapa saat, setelah itu kumat lagi hancurnya.

Pro dan kontra akan hasilnya pasti beragam, ini dan itu. Bahkan ada yang bilang, itu yang rusak jalan propinsi, ada juga yang bilang, Bupati kita masih baru menjabat, itukan peninggalan Bupati sebelum beliau, dll, dsb, dst.

Menurut hemat saya, Bupati, Gubernur, Presiden, dan instansi terkait harus bekerjasama untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Simalungun. Tak ada lagi lempar tanggungjawab. Bahkan menyalahkan ini dan itu.

Harapan kami mayoritas masyarakat Simalungun, secepatnya jalan - jalan di Simalungun diperbaiki. Jangan jadi RHS: Rakyat Harus Sengsara tapi tetaplah Rakyat Harus Sejahtera, karena dengan slogan itulah dulu kami khususnya penulis menjadi Relawan sejati RHS alias Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Mari melayani rakyat, agar anda di kenang menjadi seorang pahlawan bukan petarung. Semoga tanoh "Habonaron Do Bona" ini menjadi berkat buat para penghuninya. Salam cintaku, Julister Sihite. (Red-SP.ID/JES)