Pers Rilis Polrestabes Medan Ungkap Motif Pembunuhan Keji Anak Bunuh Ayah Dan Abang Kandung -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Pers Rilis Polrestabes Medan Ungkap Motif Pembunuhan Keji Anak Bunuh Ayah Dan Abang Kandung

Rabu, 01 September 2021

(Image/Gambar) : Polrestabes Medan ungkap motif pembunuhan keji anak bunuh ayah dan abang kandung

 

Medan - Sumutpos.id : Polrestabes Medan melalui Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji S.I.K melalui Konferensi Pers menjelaskan kronologi pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ayah dan abang kandungnya yang terjadi pada Sabtu lalu (28/8/2021) di Jalan Tengku Amir Hamzah, Lingkungan X No 43 B,Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Dalam Konferensi Pers dijelaskan bahwa, Pada Sabtu (28/08/2021) sekira pukul 10.00 Wib, Tersangka MAK als Arsad membeli 2 bilah pisau ke pajak dengan harga Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah). Setelah membeli pisau tersebut, lalu tersangka membeli racun rumput di Jl. Surabaya.


Selanjutnya tersangka membawa ke rumahnya dan menyimpan pisau berikut dengan racun rumput tersebut di dalam lemari. Kemudian tersangka menunggu hingga sore hari dan sekira pukul 18.00 wib, lalu tersangka membeli kopi dan susu di dekat rumah tersangka. Selanjutnya tersangka membuat kopi susu dan memberikannya kepada kedua korban dan juga kepada ibunya dan 2 orang adik tersangka. Lalu kedua korban meminumnya sedangkan ibu dan adik tersangka tidak meminumnya.

Setelah kedua korban meminumnya, dimana korban SG pergi ke teras rumah, sedangkan korban MRS pergi ke samping rumah dan muntah-muntah. Sementara tersangka tetap di dalam rumah dan memperhatikan kedua korban.

Sekira pukul 19.15 wib, tersangka melihat Sugeng masih duduk di kursi teras rumah. Lalu tersangka mengambil 1 bilah pisau di dalam lemari yang telah dipersiapkan sebelumnya, selanjutnya tersangka langsung menemui korban SG di teras rumah dan menikamkan pisau tersebut ke leher korban SG sebanyak 1 kali serta ke bagian perut korban secara berulang kali atau sekitar 6 kali sehingga korban terjatuh dari kursi dan korban berlumuran darah. Kemudian datanglah adik tersangka Afifah Nurul Jannah menjerit, melihat adiknya menjerit lalu tersangka mendatanginya dan saat itu ibu tersangka sudah berada di ruang tamu dan beberapa saat kemudian datanglah korban yang bernama MRS

Selanjutnya MRS mengambil helm dan melemparkan kepada tersangka. Lalu tersangka juga mengambil helm dan melemparkannya kepada MRS Saat mereka lempar-lemparan, lalu ibu dan adik tersangka masuk ke dalam kamar. Selanjutnya tersangka mengejar MRS dan menikamkan pisau ke arah perutnya secara berulang kali atau sekitar 10 kali hingga korban MRS terjatuh ke tempat tidur dan berlumuran darah.

Melihat korban tidak bergerak lagi, lalu tersangka menjumpai ibunya (Hj. Eriyani Ners, M.Kep) ke dalam kamar dengan membawa pisau. Setibanya di dalam kamar, tersangka menjatuhkan pisau dari tangannya lalu ibu tersangka mengambilnya.

Selanjutnya tersangka keluar dari kamar dan karena masih kesal melihat korban MRS lalu tersangka kembali mengambil sebilah pisau yang kedua yang disimpannya di dalam lemari. Selanjutnya kembali menikamkan pisau tersebut ke bagian perut MRS secara berulang kali atau sekitar 6 kali tikaman dan setelah tersangka melampiaskan emosinya lalu tersangka meletakkan pisau tersebut di samping korban MRS Selanjutnya tersangka duduk di ruang tamu sambil melihat kedua korban sudah tidak bergerak dan berkisar 30 Menit kemudian datanglah petugas kepolisian menangkap tersangka dan membawa tersangka ke Polsek Medan Barat dan saat ini tersangka ditahan di RTP Polsek Medan Barat.

Menurut Waka Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji S.I.K yang didampingi sejumlah pejabat di Polrestabes Medan diantaranya Plt Kapolsek Medan Barat AKP Tina dan Kanit Polsek Medan Barat Iptu Prasetyo Tri Wibowo, kasus pembunuhan ini terjadi karena motif tersangka dendam kepada keluarganya terutama kepada abangnya  MRS (korban) dan ayahnya SG (korban), karena setiap ada permasalahan antara tersangka dengan MRS ayahnya selalu menyalahkan tersangka.

Polisi juga telah melalukan tes urine kepada tersangka dan hasilnya negatif narkoba serta membawa tersangka ke Rumah Sakit Jiwa Mahoni dan sesuai pemeriksaan dokter masih diperlukan observasi lebih lanjut.

(RED-SP.ID/SH)