Musa Rajekshah Teteskan Air Mata, Resmikan Mesjid Raya Al Musannif di Tabuyung -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Pengikut


Iklan

Musa Rajekshah Teteskan Air Mata, Resmikan Mesjid Raya Al Musannif di Tabuyung

Senin, 27 September 2021

 

(Image/Gambar) : Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah melakukan peresmian Masjid Al Musannif


Madina - Sumutpos.id : Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah kembali melakukan peresmian Masjid Al Musannif yang telah dirintis oleh almarhum orang tuanya H Anif, Minggu (26/9).  Masjid Raya Al Musannif di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini sekaligus menjadi Masjid Al Musannif yang ke 24 dari rencana 99 masjid.


Berbeda dengan peresmian yang telah dilakukan sebelumnya, pada peresmian kali ini,  Musa Rajekshah tidak kuasa menahan haru. Banyaknya kenangan dan perjuangan dari ayahandanya di desa ini, membuat dirinya tidak kuasa menahan air mata, saat peresmian dilakukan.


Dalam sambutannya Musa Rajekshah bercerita, bagaimana kisah ayahandanya H Anif dan dirinya bisa sampai ke Desa Tabuyung ini. "Memang semuanya, langkah rezeki dan maut adalah rahasia Allah, tidak ada satupun manusia yang memastikannya," ungkapnya.

 

Dia mengatakan, kedatangannya pertama kali ke Kecamatan Muara Batang Gadis bersama H Anif berlangsung pada tahun 1992 yang dimulai dari Desa Singkuang. Lalu pada tahun 1997, mereka baru masuk ke Desa Tabuyung ini.


Karenanya, jelas Musa Rajekshah, banyak kesan yang dirasakannya secara pribadi dari sosok orang tuanya almarhum H Anif. Termasuk bagaimana ayahnya ikut berperan dalam memperjuangkan berdirinya Kabupaten Mandailing Natal dari sebelumnya masih menjadi bagian Kabupaten Tapanuli Selatan.

 

"Alhamdulillah, orang tua itu ikut memperjuangkan. Begitu juga dengan berdirinya hutan nasional, karena orang tua itu menginginkan bagaimana agar Madina ini hutannya jangan sampai semuanya rusak," jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.


Kemudian, terangnya, kampung ini dulunya juga belum ada berdiri pohon sawit, dan usaha yang mereka dirikan saat pertama kali masuk adalah sarang burung walet. Tapi berjalannya waktu H Anif menyampaikan kepadanya, kalau seandainya masyarakat di sini tidak beralih mata pencariannya dari nelayan, maka nanti akan susah karena semakin susah mencari ikan.


"Jadi mulai lah beliau (H Anif) mendirikan usaha kebun sawit, walaupun banyak fitnah yang datang. Tapi sekarang masyarakat sudah melihat dan merasakan (hasil perkebunan sawit) bahkan sudah banyak yang mempunyai kebunnya pribadi," terangnya.


Yang paling membuat Ijeck haru adalah, H Anif selalu berpesan kepadanya, walaupun Tabuyung ini bukan kampung kelahirannya, tapi anggaplah sebagai kampung sendiri. Karenanya, H Anif sudah lama berencana untuk mendirikan Masjid Raya agar bisa digunakan oleh masyarakat.


"Saya sempat bertanya kenapa masjid di Tabuyung itu besar sekali, padahal itu desa bukan kecamatan. Tapi beliau bilang, kau lihat nanti kampung itu akan ramai dan akan banyak orang yang melintas untuk mendirikan salat dan nanti daerah itu akan maju," kenangnya.


Untuk itu, Ijeck berharap, agar dengan adanya masjid ini bisa menjadi sarana syiar Islam di Muara Batang Gadis ini dan semoga masyarakat bisa memakmurkannya. Selain itu, Ijeck juga menyampaikan akan mengusahakan untuk berdirinya sekolah tahfiz bagi anak-anak di Desa Tabuyung ini.


"Insya Allah, apa yang telah menjadi cita-cita orang tua kami akan kami lanjutkan. Mudah-mudahan Allah panjangkan umur untuk bisa memberikan suatu hal sumbangsih kepada masyarakat yang kami kunjungi," harapnya.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Madina M Jafar Sukhairi Nasution secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Madina berterima kasih sebesar-besarnya atas berdirinya masjid pemberian H Anif ini. Untuk itu, dia mengajak, agar mendoakan almarhum untuk ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Dia menyebutkan, dalam agama Islam masjid memang merupakan tempat terbaik. Bahkan pada masa Rasullullah, masjid ditetapkan menjadi salah satu dari tujuh tempat strategis.


"Masjid adalah tempat suci, tempat ibadah dan tempat berbagai kegiatan Islam. Sehingga Insya Allah dengan berdirinya Masjid Raya Al Musannif ini akan memancarkan cahaya Islam di Madina, khususnya di Desa Tabuyung," ungkapnya.


Turut hadir, tokoh masyarakat sekaligus penasihat BKM Masjid Raya Al Musannif Ishak Buyung Hasibuan, Ketua DPRD Madina Rahmat Risky Daulay, perwakilan Dandim 0210 Tapsel, perwakilan Kapolres Madina, Ketua MUI Madina Mahmudin Pasaribu, Pimpinan Pondok Pesantren Mustafawiyah Mustafa Bakhri Nasution,  perwakilan Kemenag Madina, tokoh agama, dan para pimpinan Partai Golkar serta organisasi Islam Kabupaten Madina.

(RED-SP.ID/YNR)