Catatan 30 September - Tetap Menjaga dan Memelihara Pancasila Sepanjang Masa -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Catatan 30 September - Tetap Menjaga dan Memelihara Pancasila Sepanjang Masa

Kamis, 30 September 2021

Catatan 30 September - Tetap Menjaga dan Memelihara Pancasila Sepanjang Masa

Oleh: Julister Sihite, S.Pd



56 tahun yang lalu, sejarah kelam melanda bangsa dan negara kita tercinta. Yaitu terjadinya GERAKAN 30 SEPTEMBER PKI, yang menyiksa dan membunuh para putra terbaik bangsa, 7 jenderal dan yang lainnya, untuk mengganti Pancasila kita.

Hari ini kita dibawa ke alam intropeksi yang terdalam, bahwa ideologi manapun apa lagi komunis, tak sesuai dengan bangsa dan negara kita selain PANCASILA. Titik.

Oleh karena itu, Pancasila harus terus kita jaga, pelihara dan rawat dengan baik dalam kehidupan kita sehari - hari. Sehingga kita dapat meneruskan dan tentu mencapai perjuangan kita dan para pahlawan yaitu masyarakat adil dan makmur.

Dewasa ini ditengah kita berjuang dan keluar dari pandemi virus corona, tantangan di sana - sini pasti datang menyerang membabi buta, bahkan beragam isu ini dan itu dengan dibumbui propaganda hoax kepalsuan.

Kita tak boleh lengah bahkan terlena. Kita harus perkuat rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, memupuk dan menggelorakan rasa solider yang tanpa pamrih. Agar kita menjadi kuat dan pemenang diantara setiap perjuangan dan pertempuran.

Kita Indonesia, kita Pancasila, tak bisa ditawar - tawar lagi. Dan tetap kita tak ada kompromi dengan para penghianat bangsa. Karena penghianatan itu kejam dan sadis.

Mari terus gaungkan dalam hati dan jiwa kita, 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, agar paham - paham yang merusak keberagaman kita tak berani mengusik perjuangan kita.

Masa - masa super sulit ini, sekali lagi ideologi Pancasila harga mati. Jangan coba - coba merangkai kata - kata apapun itu untuk mengusiknya. Enyah kamu para penghianat!!!

Salam cintaku untuk Indonesia tercinta, maju dan jayalah engkau selalu dalam lindungan kasih Tuhan Yang Maha Esa. Julister Sihite