Balige/Sumutpos.id - Proyek penyelenggaraan jalan pada ruas Soposurung–Hinalang, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, mendapat sorotan tajam dari KGS-AI (KOMANDO Garuda Sakti) Kabupaten Toba bersama Beberapa Gabungan Aliansi Pers yang hadir serra meninjau di lokasi proyek tersebut.
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.886.990.526.00. Berdasarkan papan informasi proyek yang ditemukan di lokasi pekerjaan menuju Desa Sibodiala(Aek Bolon Julu) , proyek tersebut tercatat dengan Nomor SPK 02/SPK/PPK-BM/BKP/PUTR/2026.
Dalam papan informasi juga tercantum bahwa paket pekerjaan tersebut merupakan Rekonstruksi Jalan Soposurung–Hinalang, dengan penyedia jasa CV.Mindo Anugrah Persada. Masa pelaksanaan pekerjaan tercatat selama 150 hari, terhitung sejak 01 Juli hingga 27 November 2026, dengan sumber dana APBD Kabupaten Toba TA 2026.
Namun, dari hasil pemantauan di lapangan pada Jumat (02/10/2026),Komando Garuda Sakti-Aliansi Indonesia Toba bersama rekan media menyoroti sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk aspek kualitas pekerjaan seperti mutu material yang digunakan apakah sudah sesuai SOP dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain itu, pihak LSM Komando Garuda Sakti-Aliansu Indonesia Kabupaten Toba dan beberapa awak media juga mempertanyakan informasi mengenai konsultan pengawas pekerjaan. Berdasarkan papan informasi yang ditemukan di lokasi, identitas konsultan pengawas tidak tercantum. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait agar proses pengawasan pekerjaan dapat diketahui secara jelas.
Ketua KGS-AI Kabupaten Toba Harry Joe Manurung yang sekaligus aktivis lingkungan dan media meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Toba meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Harry Manurung menilai bahwa pengawasan tidak cukup hanya dilakukan dari kantor, tetapi perlu dilakukan secara langsung di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Pihak terkait, khususnya Dinas PUTR Kabupaten Toba, harus lebih disiplin melakukan pengawasan di lapangan. Jangan hanya di kantor duduk santai. Apa salah nya sekali-sekali turun melihat langsung pekerjaan di lapangan jangan terlalu banyak monitoringnya dari dalam kantor ruangannya,” tegas Harry kepada beberapa media yang bertugas di kabupaten toba. Awak media Sumutpos, id pun saat diminta tanggapannya atas pelaksanaan proyek tersebut dimana nilai pagunya yang cukup besar dan Fantastis.
Sorotan tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan pekerjaan, terutama menyangkut mutu pekerjaan, kesesuaian dengan spesifikasi teknis, serta penerapan standar keselamatan kerja.
Media dan juga Ketua LSM KGS-AI Kabupaten Toba Harry Manurung masih membuka ruang konfirmasi kepada Dinas PUTR Kabupaten Toba, pihak penyedia jasa, maupun konsultan pengawas terkait sorotan dan temuan yang disampaikan LSM KGS-AI Kabupaten Toba serta beberapa rekan Media.
Sebelum berita ini kami naikkan di beberapa rekan Media , masih menunggu waktu untuk klarifikasi dimana penyedia jasa CV. Mindo Anugrah Persada dapat meluangkan waktunya memberikan penjelasan kepada kami dari beberapa media Toba.
(Red.SP.id/Toba-JM)

