Parapat, Sumutpos.id, - Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Girsang Sipangan Bolon bersama anggota DPRD Simalungun, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif( BudPereKraf ) , Tokoh Masyarakat, Pelaku Usaha Kreatif dan Koordinator Parkir mengelar rapat koordinasi terkait rencana pengaktifan kembali gerbang masuk Kota wisata Parapat, yang dilaksanakan di aula Rapat Kantor Camat Girsip , Selasa (5/5-2026),
Saat berlangsung rapat, pelaku wisata dan anggota DPRD Simalungun dari Fraksi PDIP , Maraden Sinaga menolak pengaktifan gebang masuk Kota Wisata Parapat. Dengan alasan apabila ada kepentingan Elit.
" Nantinya , akan ada rapat lanjutan untuk membahas masalah teknis , Grand design pengelolaan, dari PDI Perjuangan akan melihat apa yabg direncanakan, kalau itu baik dan berdampak bagi masyarakat, pasti kita dukung, tapi kalau itu untuk kepentingan Elit , ya pasti kita menolak," kata Maraden,
Menurut Charles Situmorang selaku pelaku wisata menyingung pengambilan PAD dari Parapat nga jelas fungsinya, sementara regulasinya ada pengembalian PAD untuk daerah asal.
" Kalau pun itu terwujud nantinya, ya berbuat dulu lah , baru dapat hasilnya, karena dari dulu semua omon-omon (omong doang), "ungkap Charles,
Sementara, Kadis BudPareKraf) Simalungun Frengki F Purba menjelaskan, pengaktifan kembali gerbang masuk Kota wisata Parapat bertujuan untuk peningkatan PAD demi kesejahteraan masyarakat.
" Apabila setuju masyarakat gerbang masuk Kota wisata Parapat diaktifkan kembali, maka akan sering dibuat event hiburan disini, dengan itu akan menambah pendapatan ekonomi masyarakat," jelas Kadis Pariwisata Simalungun itu.
Pantauan dilokasi, Rapat koordinasi berjalan alot, adanya perbedaan pandangan, kepentingan, atau kendala teknis yang signifikan antarpihak. Situasi ini menuntut penyelesaian dengan kepala dingin, serta pendekatan solutif untuk mencapai kesepakatan bersama. (Hery)

