Mimbar kasih
(Minggu Paskah V)
Hanya melalui Kristus kita sampai kepada Bapa
(Yoh 14:1-12)
Oleh: Julister Sihite, S.Pd
Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid - muridNya: "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Maksud Yesus dengan mengenal Bapa, bukanlah mengenal raut wajah Allah. Melalui pribadi, kehadiran, pewartaan dan perbuatanNya, Yesus memperkenalkan siapakah Allah sesungguhnya.
Kehadiran Yesus di dunia ini, merupakan bukti penyertaan Allah bagi kita. Melalui Yesus sempurnalah penyataan diri Allah dan rahasia Allah terbuka bagi kita. Yesus adalah citra dan kehadiran Allah. Kita melihat Allah dalam diri Yesus.
Karena itulah Yesus berkata: "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Melihat yang dimaksud Yesus berarti beriman dan percaya bahwa Dia adalah Anak Allah yang datang, untuk mewujudkan rencana dan kehendak Allah.
Selanjutnya Yesus berkata: "Barang siapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan pekerjaan - pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan - pekerjaan yang lebih besar dari pada itu."
Setelah para murid mengalami dan melihat Allah yang berkarya dalam diri Yesus, kini tongkat estafet ada ditangan mereka. Pekerjaan yang lebih besar sudah menanti.
Yesus akan pergi dan kembali kepada BapaNya. Untuk itulah Dia mempersiapkan para muridNya. Kendati Yesus pergi, wajah Allah akan senantiasa bersinar dan dapat dikenal lewat para murid Kristus, yang kini meneruskan karya dan pewartaan Yesus.
Syarat utama, untuk melanjutkan misi Kristus ialah berkembang di sekitar Kristus sebagai batu hidup untuk pembangunan rumah rohani, suatu imamat kudus untuk mempersembahkan kurban rohani. Kristus senantiasa hadir diantara umatNya sebagai jalan, kebenaran dan hidup.
Kristus adalah jalan yang mengantar manusia kepada Bapa dengan mempersatukan kita pada kurbanNya, yang dipersembahkan karena cinta kepada Bapa dan sesama manusia. Dia adalah kebenaran yang semakin masuk dalam diri kita, melalui sabda yang diwartakan dalam iman.
Semoga kasih Allah tercermin dan terpantul lewat diri kita, putra dan putrinya. Semua itu demi kemuliaan Allah. Dan harus selalu terpatri dalam jiwa, hati kita yang terdalam, bahwa hanya melalui Kristuslah kita sampai kepada Bapa. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.
