-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TAK MELIHAT NAMUN PERCAYA

Sabtu, 11 April 2026 | April 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-11T13:28:01Z

 MIMBAR KASIH

(Minggu Paskah II) 

                TAK MELIHAT NAMUN PERCAYA

                                (Yoh 20:19-31) 

Oleh: Julister Sihite, S. Pd

Kepercayaan adalah sesuatu yang fundamental dan amat menentukan dalam relasi kita sehari - hari. Kita ingin dipercaya dan mempercayai. Sebaliknya, sikap curiga akan membuat hubungan kita rapuh. 


Kalau relasi diantara kita sudah begitu ditentukan oleh kepercayaan, maka relasi dengan Tuhan juga menuntut kepercayaan. Misteri kebangkitan hanya dapat dipahami bersama murid yang dikasihi Yesus, yaitu Yohanes. Ia melihat dan percaya. 


Seperti Tomas, kita juga kerap mengalami goncangan. Kala harapan tak kesampaian, kesulitan silih berganti, beban hidup seakan tak sanggup kita pikul, saat itu kegelapan serasa turun menyelimuti hati dan hidup kita. 


Kita bukan hanya sulit percaya, tapi mempertanyakan apa gunanya percaya dan beriman. Apakah Allah memang peduli??? Percaya dan beriman adalah sikap membangun relasi dengan Allah dalam penyerahan diri. 


Mengalami Allah yang turut berkarya dan campur tangan dalam seluruh kehidupan kita. Percaya berarti menyerahkan diri untuk dituntun dan diatur oleh Tuhan. Iman kepada Allah kerap diuji saat - saat sulit dan suram mendera hidup kita. 


Damai Paskah yang dianugerahkan Tuhan, bukan untuk kita nikmati sendirian. Paskah memuat perutusan: "Menyatakan ke seluruh dunia bahwa Tuhan telah mengalahkan maut dan kejahatan." 


Kita turut serta ambil bagian dalam perutusan Kristus mewartakan kepada dunia bahwa kebaikan telah mengalahkan kejahatan. Membawa, warta damai sejati, pengampunan dan pengharapan. 


Gereja, komunitas orang beriman yang lahir dari Paskah Kristus, diutus untuk menjadikan semua orang jadi satu bangsa, untuk mewartakan damai dan kegembiraan, dan menjadi instrumen rekonsiliasi di semua tempat dan pada segala waktu. 


Paskah ini juga, kita diajak untuk tetap mencontoh dan meneladani, umat Kristen perdana, mengimani Yesus yang bangkit, hidup dalam semangat persaudaraan tinggi. Mereka bersaksi tentang Tuhan Yesus yang mulia dan hidup dalam kasih karunia melimpah. 


Kiranya perayaan Paskah ini, membangkitkan kembali  semangat bela rasa dan kesatuan kasih. Dengan demikian, damai dan pengampunan itu akan menjadi anak tangga menuju Paskah paripurna dalam Kerajaan Allah. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.**

×
Berita Terbaru Update