SUMUT – SumutPos.id | Kabar mengejutkan datang dari Pimpinan Umum SumutPos.id, Horas Sianturi, SH, MH, MTh. Melalui sebuah unggahan video yang kini menjadi perhatian publik di media sosial, praktisi hukum sekaligus pimpinan media ini menyatakan bahwa dirinya tengah menghadapi upaya kriminalisasi yang ia sebut sebagai bentuk kezaliman.
Dalam video berdurasi singkat yang diambil dari dalam kendaraannya, Horas Sianturi secara terbuka mengungkapkan pengalaman pahit yang sedang dialaminya. Ia mengaku dilaporkan ke pihak berwajib sesaat setelah dirinya menyelesaikan sebuah perkara hukum.
"Saya selaku Pimpinan Umum SumutPos.id mengalami sebuah pengalaman yang luar biasa, yaitu kriminalisasi. Di mana saya menyelesaikan perkara, setelah selesai, saya dilaporkan," ungkap Horas Sianturi dalam pernyataan resminya.
Melawan Kezaliman dan Kriminalisasi
Horas Sianturi yang juga dikenal sebagai sosok yang vokal dalam dunia hukum dan media, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur menghadapi tekanan tersebut. Baginya, integritas dan kebenaran adalah harga mati yang harus diperjuangkan.
"Saya paling tidak mau merugikan orang lain. Tetapi pada kesempatan ini, saya dikriminalisasi, dizalimi. Tapi tetap aku percaya ada kebenaran bersama kita," tegasnya dengan nada bicara yang tenang namun sarat akan ketegasan.
Seruan untuk Menyuarakan Kebenaran
Sebagai pimpinan dari media online yang berbasis di Sumatera Utara, Horas Sianturi juga memberikan pesan kuat kepada seluruh jajaran redaksi SumutPos.id dan rekan-rekan media lainnya untuk tetap berani bersuara di tengah ancaman kriminalisasi.
"Tolong viralkan, bantu viralkan. Khususnya SumutPos.id harus berani menyuarakan kebenaran. Suara kebenaran adalah suara SumutPos.id. Saya akan tetap berjuang!" tutupnya.
Pernyataan ini langsung menuai beragam reaksi dari netizen dan komunitas pers di Sumatera Utara. Banyak pihak menyayangkan jika instrumen hukum digunakan untuk melakukan kriminalisasi terhadap sosok yang justru berupaya menyelesaikan perkara secara benar. (Red)
