-->

Notification

×

Iklan

Iklan

 


Tag Terpopuler

KENANGAN YANG TAK PERNAH REDUP

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T04:03:35Z

 


MIMBAR KASIH

(Hari Kamis Putih)



      KENANGAN YANG TAK PERNAH REDUP 

                                (Yoh 13:1-15)

Oleh: Julister Sihite, S.Pd

"Aku Memberikan Teladan Kepadamu, Supaya Kamu Berbuat Seperti Kuperbuat Untukmu."


Kita memasuki hari - hari yang paling penting dalam karya penebusan kita, yaitu Tri Hari Paskah (Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah). Tri Hari Paskah ini dibuka dengan Misa Sore Kamis Suci, KENANGAN AKAN PERJAMUAN TUHAN.


Pada Kamis Suci ini, ada dua hal yang kita renungkan. Pertama, Yesus membasuh kaki para muridNya. Kedua, Yesus mendirikan Sakramen Ekaristi, memberi diri jadi santapan dalam rupa roti dan anggur.


Kedua tema ini, sangat terkait satu dengan yang lainnya, yaitu pengabdian dan pelayanan hingga penyerahan seluruh diri. Totalitas yang sempurna. Bukan suam - suam kuku, apa lagi nyaman dalam zona nyaman.


Pada malam itu, Yesus membasuh kaki para muridNya. Yesus ingin menunjukkan bahwa orang - orang terdekat itu sedemikian berharga dan terhormat. Tindakan ini hendak memperlihatkan, bagaimana Putra Allah merendahkan diri dengan menjadi hamba dan pelayan.


Petrus terheran - heran dan tak bisa menerima Gurunya membasuh kakinya. Ia tak sanggup menyaksikan perendahan diri Putra Allah. Yesus bukan hanya Guru, tetapi Mesias. Petrus merasa diri tak layak, dan berseru: "Tak pernah Tuhan boleh membasuh kaki saya!!!" 


Tetapi Tuhan Yesus, selalu tampil dengan cara yang mengagumkan, diluar jangkawan pikiran manusia. Banyak orang menyangka bahwa keluhuran martabat, penting dan tingginya harga diri seseorang diukur dari banyaknya dayang - dayang yang melayani dan dapat diperintah berbuat apa saja.


Yesus datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Dia mau memperlihatkan bahwa kualitas seseorang diukur justru dari pelayanannya. Pelayanan adalah bagian integral dan tuntutan menjadi murid dan pengikut Yesus.


Kita merayakan Ekaristi atas perintah Yesus sendiri: "Lakukanlah Ini Sebagai Kenangan Akan Daku." Yesus meminta para muridNya untuk bertindak seperti Dia, menjadi pelayan dan hamba, yang saling membasuh kaki agar semua bersih.


Itulah tanda kemuridan. Kita semua adalah saudara, tanpa budak atau tuan. Kita sama - sama citra Allah yang dipulihkan Yesus dengan menyerahkan diri dan melayani. Sebagai murid yang setia, kita juga diharapkan bertindak seperti Yesus, Guru dan Tuhan Kita. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

×
Berita Terbaru Update