-->

Notification

×

Iklan

Iklan

 


Tag Terpopuler

Geger! Ngaku Petugas Polda, Tiga Pria Culik Pemilik Warkop Saat Main Catur di Depan Awak Media

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T04:29:17Z



Simalungun, SumutPos.id – Peristiwa menegangkan yang menyerupai aksi penculikan terjadi di Warung Kopi (Warkop) A. Simorangkir pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Pemilik warung diringkus secara paksa oleh tiga pria yang mengaku sebagai personel Polda Sumut di hadapan sejumlah saksi, termasuk awak media SumutPos.id.


Kronologi Penangkapan Paksa

​Kejadian bermula saat korban sedang asyik bermain catur dengan rekannya. Tanpa peringatan, tiga orang pria tak dikenal tiba-tiba datang menghampiri dan langsung menyergap korban. Suasana berubah drastis saat para pelaku memaksa korban masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan.

​Korban sempat melakukan perlawanan, namun kalah tenaga. Dalam aksi tarik-menarik tersebut, kepala korban sempat terbentur atap mobil akibat paksaan para pelaku. Mirisnya, saat kejadian korban sedang tidak mengenakan baju dan dalam kondisi lapar karena baru saja meminta makan kepada istrinya. Para pelaku tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi korban untuk berpakaian maupun menyantap makanannya.

​Tanpa Identitas dan Surat Tugas

​Istri dan anak korban yang berada di lokasi sempat histeris dan mencoba menghalangi mobil pelaku sembari menanyakan identitas mereka.

​"Mereka hanya berteriak 'dari Polda' tanpa menunjukkan kartu identitas, lencana, ataupun surat perintah penangkapan resmi," ujar salah satu saksi di lokasi.

​Awak media SumutPos.id yang kebetulan berada satu meja dengan korban saat kejadian juga sempat mendapat intimidasi berupa pertanyaan menyelidik dari pelaku saat mencoba meliput aksi tersebut. Ponsel milik korban pun langsung disita oleh para pelaku sebelum mobil melaju kencang meninggalkan lokasi.


​Titik Terang Keberadaan Korban

​Pihak keluarga bersama tim SumutPos.id sempat melakukan penelusuran mandiri berbekal rekaman identitas kendaraan dan wajah pelaku. Setelah berjam-jam tanpa kabar, titik terang muncul pada pukul 23.14 WIB. Korban menghubungi awak media melalui sambungan telepon dan mengonfirmasi bahwa dirinya saat ini berada di Mapolda Sumut.

​Dalam percakapan singkat tersebut, korban menyatakan dalam kondisi baik dan meminta agar keberadaannya segera diinformasikan kepada pihak keluarga yang merasa cemas.


Soroti Prosedur Kepolisian (SOP)

​Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti motif penjemputan paksa yang terkesan seperti aksi premanisme tersebut. Redaksi SumutPos.id sangat menyayangkan tindakan oknum yang mengaku polisi jika benar cara-cara kasar seperti itu dianggap sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP).

​Kejadian ini menambah catatan kelam di tengah upaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam meningkatkan citra dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Atas dasar rekaman bukti di lapangan, tim SumutPos.id berencana akan melakukan konfirmasi langsung ke Mabes Polri terkait dugaan tindakan sewenang-wenang oknum di tingkat Polda Sumut ini. (*Red*)

×
Berita Terbaru Update