MANDAILING NATAL - sumutpos.id – Jalur transportasi utama yang menghubungkan Panyabungan dengan Kecamatan Natal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, putus total akibat tanah longsor, Selasa (21/4/2026). Peristiwa terjadi di Desa Bulu Soma, Kecamatan Batang Natal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina yang dikonfirmasi di lokasi menyebut longsor dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti selama dua hari terakhir. “Gerusan air menyebabkan tanah di bawah badan jalan terkikis hingga akhirnya ambrol sedalam lebih kurang 3 meter dan tidak dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, satu unit truk bermuatan berat jenis Fuso turut terperosok ke dalam lubang longsoran. Posisi kendaraan yang melintang tepat di badan jalan memperparah keadaan karena menutup seluruh akses yang tersisa, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan di lapangan hingga Selasa sore, proses evakuasi truk masih terkendala kondisi tanah yang labil. Petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan Dinas PUPR belum dapat menurunkan alat berat karena khawatir memicu longsor susulan. “Keselamatan petugas jadi prioritas. Kami sedang mengkaji metode evakuasi paling aman,” tambah petugas BPBD.
Merespons kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat. Warga diminta untuk sementara waktu tidak melintasi jalur Panyabungan–Natal dan memilih rute alternatif melalui jalur Siabu–Natal. Perjalanan yang tidak mendesak juga diminta ditunda mengingat prakiraan cuaca BMKG masih menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Mandailing Natal.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Madina menyatakan pihaknya telah mengerahkan satu unit ekskavator menuju lokasi. Alat berat tersebut diharapkan tiba malam ini untuk mempercepat penanganan darurat. “Fokus utama evakuasi truk dulu, baru kita tangani badan jalan. Kita upayakan jalur darurat secepatnya agar logistik ke Natal tidak terhenti,” tegasnya.
Sementara itu, warga di sekitar Desa Bulu Soma diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Jalur Panyabungan–Natal merupakan urat nadi perekonomian karena menjadi satu-satunya akses darat utama penghubung ibu kota kabupaten dengan wilayah pantai barat Madina.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi masih dalam pendataan.
(tmr/sumutpos.id) Kabiro Tabagsel-Madina A.S
