-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

JALAN KE EMAUS

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T12:16:09Z

 


MIMBAR KASIH

(Minggu Paskah III)


                          JALAN KE EMAUS

                            (Lukas 24:13-35)

Oleh: Julister Sihite, S.Pd

Setiap dari kita pasti pernah merasa kecewa, putus asa, sedih karena yang kita cita - citakan atau impikan gagal, bahkan harapan serasa patah arang di tengah jalan.


Begitu juga dua murid Yesus gundah - gulana dan kecewa, sampai tak mengenali Yesus yang bergabung dan berjalan bersama mereka. Kesedihan menyelimuti hati dan pikiran mereka.


Yesus, Sang Mesias, yang mereka harapkan membebaskan Israel mati dibunuh. Memang Yesus disalibkan bukan karena salahNya sendiri, tetapi karena ulah para pemimpin Yahudi.


Tiba di Emaus hari sudah senja. Kedua murid mendesak yang seolah - olah hendak meneruskan perjalananNya: "Tinggallah bersama kami, sebab hari telah menjelang malam."


Waktu makan, ketika Yesus memecah - mecah roti dan membagikannya kepada mereka, kedua murid itu sadar bahwa yang menemani mereka sepanjang perjalanan ke Emaus adalah Yesus sendiri. Tetapi, Yesus tiba - tiba menghilang dari hadapan mereka.


Lukas tidak menyebut nama murid yang lain, supaya kita masing - masing menempatkan diri sebagai rekan Kleopas. Seperti kedua murid itu, ada kalanya kita mengalami krisis iman yang berat, sehingga mengikuti Yesus kita anggap kesia - siaan.


Saat itu kita seperti kedua murid dalam perjalanan ke Emaus kita. Iman kita kerap tidak kuat dan teguh. Tapi Tuhan akan tetap setia dan menunjukkan jalan yang terbaik kepada kita.


Kita diharapkan mau melihat rencana dan jalan Tuhan. Melihat ulang pengalaman hidup, pelan - pelan kita menyadari bahwa pada saat sulit seperti itu Tuhan tetap setia menyertai kita. Dia tak pernah meninggalkan kita sendiri.


Tuhan selalu menyertai kita, namun dalam liturgi Sabda dan Ekaristi Ia hadir secara istimewa untuk menjelaskan arti perjalanan hidup ini, agar mata iman kita melek.


"Indah rencanaMu Tuhan di dalam hidupku. Walau ku tak tahu dan ku tak mengerti Semua jalanMu. Dulu ku tak tahu Tuhan berat kurasakan. Hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua.


Tapi ku mengerti sekarang. Kau tolong padaku. Kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanamu." Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

×
Berita Terbaru Update