Toba/Sumutpos.id - Dana Desa (DD) Merupakan Sumber Dana Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur air bersih dan sanitasi dipedesaan, dengan fokus pada pengadaan pipa instalasi, dan penampung, Program ini bertujuan mengatasi krisis Air Bersih, Mengurangi Stunting, serta meningkatkan kesehatan di masyarakat desa dan pada umumnya si kelola oleh Bundes.
Namun ironis nya Air bersih yang di bangun oleh Dana desa ini menuai keluhan
dan kritikan dari seluruh warga Dusun I desa Sibadihon.
Pada saat acara syukuran peresmian Air Bersih yang di laksanakan di rumah salah seorang warga, pemerintah desa mengatakan kepada masyarakat bahwa untuk Iuran Tarif akan kita ada kan Rapat kembali.
Pada Senin(92/03/26), 2 Orang petugas dari desa datang mencatat dan mendata Meter Air bersih tersebut namun pada saat ditanyakan Salah seorang pemilik warung kepada petugas pencatat berapa harga Tarif per meter nya, petugas itu hanya menjawab tidak tau, tanya kan saja kepada Pemerintah desa, ujar nya.
Begitu hal nya dengan salah seorang warga pemilik pabrik tau yang di jumpai Sumutpos minggu (08/03/26) , mengatakan kepada media bahwa Tarif iuran air bersih yang baru bulan pertama ini terlalu mahal dan tampa ada musyawarah sebelumnya dengan pemerintah desa dan masyarakat. Serta tidak lancar pelayanan air bersih kerumah kami, sementara kami sangat perlu untuk membersihkan bahan baku tempe ini, mau nya lancarlah dan jangan mati mati, tegas nya.
Ditambahkan seorang ibu boru Simanjuntak Pemilik warungan kepada Media, bahwa Harga iuran air bersih itu harus terlebih dahulu di rapat di kantor desa tidak bisa sesuka hati kepada desa, itu sudah korupsi tegas nya..!
Pada saat kaur pemerintah desa datang kewarung ibu boru Juntak dan menanyakan kepada nya, kaur itu pun menjawab tidak tau dan pergi begitu saja., Ibu-ibu lainnya warga desa Dusun satu juga mengatakan kalo harga Tarif iuran sebesar Rp 7000/meter kubik nya lebih baik kita tidak usah menggunakan air bersih ini mengatakan kepada Sumutpos, id.
Kepala desa Sibadihon,Bisman Sitompul saat di hubungi melalui nmr whatsup nya tidak mengangkat dan saat di konfirmasi terkait keluhannya mahal nya Tarif iuran air bersih melalui WA nya itu pun tidak ada respon nya, hingga berita ini di naikan kepada desa Sibadihon Bungkam.
(RedSpid/Toba)
