Padanglawas, Sumutpos.id -Warga masyarakat desa ujung batu IV kecamatan hutaraja tinggi kabupaten padanglawas propinsi Sumatera Utara kembali melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi masyarakat meminta supaya oknum kades Ujungbatu IV di berhentikan secara permanen
Kamis 23 April 2026
Pantauan sumutpos kabupaten padanglawas aksi berlangsung damai dihadiri PLT camat hutaraja tinggi beserta jajarannya,kabid pemdes,Kasatpol PP, inspektur, staff ahli, Kapolsek beserta anggota,Koramil Sosa dll.
Warga masyarakat Ujungbatu IV kesal dengan adanya kalimat hanya sekelompok orang yang menolak kepemimpinan Elvi sutianti padahal menurut pantauan media Sumut pos ratusan warga hampir 95. Persen hadir menginginkan pemberhentian permanen oknum kades ujungbatu IV
Warga sudah tidak mentoleransi sikap oknum kepala desa yang menjadikan warga seperti "sapi perah"
Yang hanya mengambil keuntungan pribadi di desa Ujungbatu IV.
Warga masyarakat meminta kepada Bupati supaya secepatnya menyahuti keinginan masyarakat yang sudah tidak percaya kepada kades Ujungbatu IV
yang selalu membuat onar membenturkan warga bukan sebagai pelindung serta bukan untuk memajukan desa.
Warga berharap juga agar persoalan terkait dugaan korupsi agar di proses pihak kejaksaan padanglawas
Sebagian besar warga masyarakat desa berharap harga mati untuk menonaktifkan secara permanen kades Ujungbatu IV karena dugaan kasus korupsi.masyarakat sudah muak bosan jenuh dengan cara kepemimpinan yang tidak fropesonal
Warga masyarakat yang dihadiri ratusan orang diperkirakan mencapai kurang lebih 500 orang dari tokoh masyarakat tokoh pemuda ibu ibu pengajian hadir dengan orasi tertib tanpa ada anarkis
Selain itu tuntutan warga adalah diaktipkan kembali pengurus BPD yang lama serta melaporkan kepada aparat penegak hukum orang yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan BPD serta menggunakan stempel BPD tanpa hak
Oknum kades Ujungbatu IV yang di konfirmasi meminta tanggapannya seputar orasi warga ke rumah nya sampai berita ini diturunkan diam seribu bahasa seperti kebiasaan selalu ogah menanggapi konfirmasi dari insan pers
(Maraiman rambe)
