-->

Notification

×

Iklan

Iklan

 


Tag Terpopuler

Layanan kunjungan Idul Fitri di Lapas Arga Makmur berjalan lancar, prinsip 5S jadi prioritas petugas

Rabu, 25 Maret 2026 | Maret 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-24T17:16:33Z


Bengkulu , 24 Maret 2026 – Pelayanan kunjungan bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Arga Makmur berjalan dengan aman dan teratur. Pemeriksaan langsung dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, Haposan Silalahi, pada hari Selasa (24/3) mulai pukul 11.00 WIB. 

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses layanan berjalan sesuai standar, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung serta pihak lapas. Haposan didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Soetopo Berutu, serta diterima oleh Kepala Lapas Yulian Fernando beserta seluruh jajaran petugas.

"Kita ingin momen berkumpul keluarga ini bisa menjadi pengalaman yang baik bagi semua pihak. Oleh karena itu, setiap tahapan pelayanan harus diperhatikan dengan cermat, mulai dari pendaftaran hingga proses kunjungan itu sendiri," kata Haposan dalam sambutannya. 

Tim dari Kantor Wilayah melakukan pengecekan pada beberapa poin penting yang menjadi kunci kelancaran layanan. Mulai dari gerbang masuk, tim memastikan sistem pendaftaran yang menggunakan nomor antrean dan aplikasi berbasis digital berjalan dengan optimal, sehingga tidak terjadi kemacetan atau penumpukan pengunjung.

"Kami telah melakukan persiapan matang, termasuk memastikan aplikasi pendaftaran berjalan lancar. Tujuan utamanya adalah agar pengunjung tidak perlu menunggu lama dan proses bisa berjalan lebih efisien," jelas Soetopo Berutu.

Prosedur penggeledahan juga menjadi fokus utama dalam pemeriksaan ini. Petugas dilatih untuk melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap badan dan barang bawaan pengunjung, seperti makanan atau titipan yang akan diberikan kepada WBP. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, atau alat komunikasi yang tidak diizinkan. 

Selain itu, kondisi sarana dan fasilitas juga dievaluasi. Ruang tunggu harus cukup luas dan nyaman, fasilitas ramah HAM seperti jalur akses untuk penyandang disabilitas dan ruang laktasi harus siap digunakan, serta kebersihan seluruh area kunjungan dan fasilitas pendukung harus tetap terjaga.

Meskipun menghadapi kemungkinan lonjakan jumlah pengunjung, seluruh petugas yang bertugas diminta untuk tetap menjaga prinsip 5S – Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Selain itu, upaya pencegahan gangguan ketertiban dan keamanan juga terus dilakukan agar situasi tetap terkendali.

"Kita memahami bahwa bagi keluarga WBP, kunjungan di momen Idul Fitri sangat berarti. Meskipun tugas kita berat, kita harus tetap memberikan pelayanan yang ramah dan profesional," ujar Yulian Fernando. 

Tak hanya fokus pada area kunjungan, Haposan Silalahi juga menyempatkan diri untuk meninjau kondisi di beberapa bagian penting lainnya di dalam lapas, seperti dapur yang menyediakan makanan bagi WBP, bengkel kerja tempat mereka belajar keterampilan, serta blok hunian untuk memastikan kenyamanan dan keamanan mereka. 

Dari hasil pantauan, antusiasme keluarga WBP yang datang mengunjungi sangat tinggi. Namun, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antar petugas, seluruh arus pengunjung dapat diatur dengan baik dan tidak terjadi kendala yang signifikan. 

"Laporan hasil monitoring ini akan kita sampaikan kepada pimpinan di tingkat pusat. Tujuannya tidak hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang," tutup Haposan.

Penulis : Rahmat Hidayat

×
Berita Terbaru Update