Persembahan Buah Sulung dan Persepuluhan: Bukti Iman yang Taat dan Setia



Pdt.Adv.Horss Sianturi, SH. MH. MTh.
Ketua Sinode Gereja Cahaya Kemuliaan           


Artikel Rohani,

Sumutpos.id/04/01/2026

Persembahan Buah Sulung dan Persepuluhan: Bukti Iman yang Taat dan Setia. 

Oleh: PS. Horas Sianturi, SH., MH., MTh.


Ayat Tema:

📖 Amsal 3:9–10

📖 Maleakhi 3:10

📖 Matius 6:33


Shalom jemaat Tuhan yang dikasihi ❤️

Iman Kristen tidak hanya diukur dari pengakuan mulut, tetapi dari ketaatan dan kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa salah satu wujud iman yang paling nyata adalah cara orang percaya memperlakukan berkat yang Tuhan percayakan kepadanya.


Dalam konteks inilah, persembahan buah sulung dan persepuluhan menjadi prinsip rohani yang sangat penting, namun sering kali diabaikan. Persoalannya bukan semata-mata soal jumlah, melainkan soal siapa yang didahulukan dan diakui sebagai Tuhan dalam hidup kita.

Persembahan Buah Sulung: Tuhan Didahulukan dan Diutamakan

Alkitab menegaskan:

📖 Amsal 3:9

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.”


Buah sulung berarti memberikan yang pertama, bukan yang tersisa. Memberi buah sulung adalah tindakan iman yang menyatakan bahwa Tuhan ditempatkan sebagai yang terutama dalam hidup.


Buah sulung mengandung makna rohani bahwa:

Tuhan diutamakan

Tuhan dihormati

Tuhan dipercaya sebagai sumber berkat

Prinsip ini ditegaskan kembali dalam:

📖 Keluaran 23:19

“Yang terbaik dari hasil tanahmu harus kau bawa ke rumah TUHAN, Allahmu.”

Memberi buah sulung adalah pernyataan iman yang jujur: “Tuhan, Engkaulah sumber hidup dan pemeliharaanku.”

Contoh iman ini terlihat dalam kisah Habel:

📖 Ibrani 11:4

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada Kain...”

Tuhan berkenan bukan karena banyaknya persembahan, melainkan karena iman dan hati yang benar. Buah sulung melatih orang percaya untuk mendahulukan Tuhan sebelum kebutuhan lainnya dan percaya bahwa Tuhan sanggup mencukupi segala sesuatu.

Persepuluhan: Pengakuan bahwa Tuhan Pemilik Segalanya

Firman Tuhan menyatakan dengan tegas:

📖 Maleakhi 3:10

“Bawalah seluruh persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan...”

Persepuluhan bukan sekadar anjuran, tetapi milik Tuhan itu sendiri.

📖 Imamat 27:30

“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah... adalah kepunyaan TUHAN.”

Persepuluhan adalah pengakuan bahwa manusia bukan pemilik mutlak atas berkat, melainkan pengelola dari apa yang Tuhan percayakan.

Selain itu, persepuluhan menjaga hati agar tidak dikuasai oleh cinta uang. Yesus berkata:

📖 Matius 6:21

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Ketika seseorang setia dalam persepuluhan, hatinya dijaga untuk tetap rendah, taat, dan bergantung kepada Tuhan.

Lebih dari itu, Tuhan sendiri menjanjikan berkat-Nya:

📖 Maleakhi 3:10b

“Aku akan membuka bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”




Berkat Tuhan tidak selalu berbentuk materi, tetapi dapat berupa kesehatan, damai sejahtera, perlindungan, kecukupan, dan penyertaan ilahi dalam hidup sehari-hari.

Keterkaitan Buah Sulung dan Persepuluhan

Buah sulung dan persepuluhan adalah dua prinsip rohani yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan:

Buah sulung menyatakan Tuhan didahulukan

Persepuluhan menyatakan Tuhan diakui sebagai pemilik segalanya

Yesus menegaskan prinsip ini:

📖 Matius 6:33

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Ketika Tuhan ditempatkan sebagai yang utama, berkat akan mengikuti sebagai akibat, bukan sebagai tujuan.


Menjadi Pelaku Firman

Firman Tuhan menantang setiap orang percaya untuk bercermin dan bertanya pada diri sendiri:

Apakah Tuhan saya dahulukan atau hanya saya sisakan?

Apakah saya setia hanya saat berkelimpahan?

Apakah saya sungguh percaya kepada Tuhan atau lebih mengandalkan kekuatan sendiri?


📖 Lukas 16:10

“Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar.”

Kesetiaan dalam hal kecil membuka pintu kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan.

Jemaat Tuhan yang dikasihi ❤️

Buah sulung menyatakan siapa yang pertama dalam hidup kita.

Persepuluhan menyatakan siapa yang berdaulat atas hidup kita.

Memberi dengan iman membawa kehidupan yang selaras dengan kehendak Tuhan.

📖 2 Korintus 9:7

“Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Kiranya setiap orang percaya dimampukan untuk hidup:

Taat dalam memberi

Setia dalam iman

Diberkati untuk menjadi berkat

Tuhan Yesus memberkati. Amin.


✍️ Salam Hormat,

PS. Horas Sianturi, SH., MH., MTh.

Ketua Sinode Gereja Cahaya Kemuliaan/ HP 081370286286

Lebih baru Lebih lama