Simalungun.sumutpos.id — Polres Simalungun kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sigap, profesional, dan humanis kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari gerak cepat personel Polsek Bangun dalam menindaklanjuti laporan penemuan sesosok mayat di Jalan Kemiri 3, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 15.10 WIB.
Konfirmasi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba pada Jumat malam pukul 21.50 WIB. Ia menegaskan bahwa respons cepat Polri terhadap laporan masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga rasa aman dan kepastian hukum.
> “Polri hadir untuk memberi rasa aman dan memastikan setiap laporan, baik pidana maupun non-pidana, ditangani secara profesional dan sesuai SOP,” ujar AKP Verry Purba.
Warga Temukan Korban Sudah Tidak Bernyawa
Peristiwa tersebut bermula ketika warga setempat melaporkan adanya seseorang yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Menyikapi laporan tersebut, Kapolsek Bangun AKP R. Simarmata segera memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Sugeng Suratman beserta personel Reskrim, Pawas, SPKT, Bhabinkamtibmas, dan jajaran terkait untuk turun ke lokasi.
Sesampainya di rumah korban, petugas mendapati pria bernama Samzos Sinaga (56), seorang wiraswasta yang tinggal di Nagori Lestari Indah, dalam keadaan telungkup di lantai dan tidak lagi bernapas. Kondisi tubuh korban yang sudah dingin dan kaku memperkuat dugaan bahwa ia telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.
Keterangan Saksi Perkuat Dugaan Korban Meninggal Karena Penyakit
Keterangan saksi turut membantu mengungkap kronologi ditemukannya korban. Safrinain Sinaga, adik korban, mengaku datang ke rumah sang kakak sekitar pukul 14.00 WIB.
Pada awalnya ia mengira korban sedang tertidur, namun setelah mendekat dan menyentuh tubuh korban, ia mulai curiga karena tubuhnya terasa dingin dan tidak ada respons.
Tak lama kemudian, Afni Nainggolan—saksi lain—datang dan langsung panik melihat kondisi korban.
> “Bapa Uda, Bapa Uda lihat dulu. Bapa Uda ini kenapa?” ujar Afni dengan nada cemas saat melihat tubuh korban.
Saksi kemudian memanggil warga sekitar untuk membantu, termasuk Pangulu Nagori Lestari Indah dan tenaga medis dari Puskesmas Batu VI.
Polisi dan Tim Medis Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Petugas medis dari Puskesmas Batu VI, dr. Rosmawaty Munthe, melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Hingga pemeriksaan selesai, tidak ditemukan adanya luka atau indikasi tindak kekerasan.
Petugas kepolisian kemudian melakukan olah TKP, memasang garis polisi, mendata saksi, dan melakukan dokumentasi untuk kepentingan penyelidikan awal.
> “Kami langsung melakukan pemeriksaan sesuai prosedur, baik terhadap korban maupun lingkungan TKP,” jelas Kanit Reskrim Polsek Bangun, IPDA Sugeng Suratman.
Kepolisian juga menawarkan opsi autopsi kepada pihak keluarga sebagai prosedur medis guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Namun pihak keluarga menolak autopsi dan menandatangani surat pernyataan resmi.
Korban Diduga Meninggal Karena Riwayat Penyakit
Dari informasi yang dihimpun, keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit sehingga mereka meyakini kematian tersebut bukan akibat tindak pidana.
> “Kami tetap membuat laporan resmi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik,” tambah AKP Verry Purba.
Personel yang Terlibat
Penanganan peristiwa ini melibatkan sejumlah personel Polsek Bangun, di antaranya:
Kapolsek Bangun AKP R. Simarmata
Kanit Reskrim IPDA Sugeng Suratman
Kanit Intel AIPTU Ipran S. Saragih
Bhabinkamtibmas AIPDA M. Sirait
Ka SPKT AIPTU RH. Sirait
Personel Reskrim Polsek Bangun lainnya
Polres Simalungun Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis
Melalui penanganan kasus ini, Polres Simalungun kembali menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat, terukur, dan profesional meskipun kasus tersebut bukan tindak pidana.
> “Inilah bentuk pelayanan Polri. Tidak ada laporan yang dianggap kecil. Semua ditangani dengan serius, untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tutup AKP Verry Purba. DEDI SINAGA

