Toba/Sumutpos.id, Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka Penggalang yang diikuti sebanyak 70 guru SMP Negeri Se Kabupaten Toba resmi ditutup pada Minggu malam, 6 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ditutup secara simbolis dengan upacara api unggun yang sarat makna dan semangat persaudaraan di halaman Lapangan Aula SKB Porsea.
Momen puncak kegiatan KMD ini turut dihadiri oleh Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K, yang hadir sebagai Kwarcab Pramuka Kabupaten Toba dan sekaligus sebagai Narasumber, Dalam pemaparannya, Kapolres menghimbau pentingnya peran guru sebagai pembina Pramuka dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya dalam membina mental dan karakter generasi muda Masa Depan Bangsa.
“Menjadi Pembina Pramuka bukan sekadar mengajarkan baris-berbaris atau tali-temali, tetapi membentuk mental generasi muda sejak dini. Saat ini, kita menghadapi tantangan serius—mulai dari perundungan, penyalahgunaan media sosial, narkoba, hingga krisis tanggung jawab di kalangan pelajar. Dan Pramuka, bisa jadi benteng pertama yang mencegah itu semua,” tegas AKBP Vinsensius dalam Sambutannya.
Ia menambahkan bahwa institusi kepolisian sangat percaya bahwa ketertiban dan kedisiplinan masyarakat bermula dari kebiasaan kecil yang dibangun sejak usia sekolah. Karena itu, guru sebagai pembina Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk budaya disiplin dan keberanian moral siswa.
“Saya berharap, lewat pelatihan ini, para pembina bisa mengarahkan adik-adik kita agar memiliki mental tangguh, cinta tanah air, menghormati hukum, serta peka terhadap lingkungan sosialnya. Jika kita bersinergi,Polri, guru, orang tua serta sekolah, maka kita bisa menciptakan generasi Muda Toba yang tidak hanya cerdas, tapi juga beretika dan berintegritas,”tegasNya..
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kepemudaan Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Bereghman S.A. Pane, S.Pd., M.M., yang juga turut menutup kegiatan ini, memberikan pesan yang sangat mendalam kepada seluruh para peserta.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh para peserta yang telah mengikuti Kursus Mahir Dasar ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Tapi ingat, pelatihan ini bukanlah akhir,justru ini adalah titik awal perjalanan kita sebagai pembina Pramuka yang sesungguhnya,” papar Bereghman tegas.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk langsung mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan, terutama dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan segera dimulai di berbagai sekolah.
“Mulai Senin, saat anak-anak baru kita masuk sekolah, tunjukkan bahwa Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler—tapi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan. Saya percaya, perubahan besar di sekolah dimulai dari guru-guru yang peduli dan terlatih seperti Anda semua yang hadir di sini,” lanjutnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Toba berharap para guru pembina mampu menghidupkan gugus depan di sekolah masing-masing, tidak hanya sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi ruang kreatif untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.(RedSpid/Harry JM)

