Silangit, sumutpos.id, - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumut melakukan operasi Modifikasi Cuaca di kawasan Vital Geopark Kaldera Toba yang mencakup tujuh Kabupaten disekitar Danau Toba.
Kegiatan modifikasi cuaca tersebut dilakukan sejak 26 -31 Juni 2025 mengunakan pesawat Casa A-2103. Dengan tujuan untuk Siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah UNESCO Geopark Kaldera Toba.
Operasi itu dilaksanakan bersinergi antara Kementerian Kehutanan, BMKG, BNPB , BPBD, TNI AU, Angkasa pura, dan AirNav Indonesia.
Sebelum dilakukan operasi cuaca, terlebig dulu digelar rapat koordinasi yang dipinpin oleh Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan.
"Melihat tingginya intensitas Karhutla di Sumatera Utara, Gubernur telah menerbitkan SK tentang penetapan status Siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, " tegasnya,
Edison menjelaskan, operasi penyampaian awan dengan bahan garam dapur (NaCI) sebanyak 3.300 Kg dalam dua hari pertama dengan ketinggian 10.000 kaki. Dan total sorti penyampaian sudah 5 hari mengunakan pesawat casa A-2103 dari Skadron udara 4 TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh
" Penerbangan di pimpin oleh Mayor Kurniawan, dengan awak Lettu Irvan Fajar A, Letda Andi Satria MS, Letda Krisna Bayu Aji, sedangkan penerbangan transisi
Instruktur JMU Peltu Dadang Hariono, Juru montir Udara 1 ,Juru montir BR atau Juru Montir II Sertu Fanky, Sertu Iwan Sugiarto, Serda Wikan, Sertu Hasanuddin , Praka Yudha dan Instruktur LM Kapten Tek Hadik Supriyadi," tegas Edison,
Timpal Kepala Stasiun BMKG Silangit Gatot Rudiantoro mengatakan, pada hari berikutnya direncanakan tiga kali penerbangan dengan kapasitas 800 ke hingga akhir operasi.
" Tidak ada kendala teknis, persiapan berjalan lancar, target operasi Utama di tujuh Kabupaten Kawana Danau Toba, yaitu Kabupaten Toba, Karo, Simalungun, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Dairi," ucap Gatot.
Sementara, Instruktur pimpinan penerbangan Mayor Kurniawan menjelaskan, untuk operasi penerbangan memiliki 5 orang kru dan 1 orang dari BMKG.
" Teknis penyamaian akan diarahkan potensi awan yang bisa di semai, dengan ketingian 10.000 Kilo meter," jelas Mayor Kurniawan.
Pantauan dilapangan, pesawat Casa di terbangkan dari Bandara Silangit dengan muatan 800 kg garam.(Hery)


