DPRD Sumut Tuding Banjir Bandang di Humbahas dan Samosir Disebabkan Perambahan Hutan -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

DPRD Sumut Tuding Banjir Bandang di Humbahas dan Samosir Disebabkan Perambahan Hutan

Kamis, 07 Desember 2023



Anggota DPRD Provinsi Sumut Gusmiadi 


Humbahas, Sumutpos Id,-  Sekretaris Komisi B DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi menuding terjadinya banjir bandang di Desa Simangulampe, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kenegerian Sihotang, Kabupaten Samosir diduga disebabkan maraknya perambahan kawasan hutan di dua daerah tersebut. Sehingga menimbulkan kerusakan ekosistem alam dan terjadi banjir bandang. 


Selain penebangan kayu, juga  kondisi perbukitan kawasan Danau Toba banyak beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Hal itu disampaikan Gusmiyadi ketika diminta kru media tanggapannya terkait banjir bandang di Humbahas dan Samosir pada, Kamis (07/12/2023).




Politisi muda partai Gerakan Indonesia (Gerindra) itu kembali  menyampaikan, bahwa kawasan hutan lindung di Sumatera Utara banyak yang telah hancur berantakan dengan menyisakan lahan kritis seluas 205.000 H. 



“Kerusakan perbukitan kawasan Danau Toba dan hutan lindung ini merupakan kejahatan yang luar biasa. Kerusakan hutan lindung Ini  sangat keterlaluan. Khusus diKabupaten Humbang Hasundutan saja 4.300 hektar lahan kritis secara nyata tersaji di depan mata, dan kami telah melakukan kajian-kajian terkait dengan hal ini, juga sudah memotret siapa saja yang harusnya bertanggungjawab terkait yang merusak,  perlu saya tegaskan, selain Pemerintah juga pihak swasta harus ikut bertanggungjawab soal perambahan,”tegasnya. 


Gusmiyadi mengatakan,  dalam waktu dekat DPRD Provinsi Sumatera Utara akan menjadwalkan pemanggilan semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta instansi yang memberikan izin atas pemanfaatan hutan di Sumatera Utara.  Termasuk yang memberikan izin penebangan kayu di kawasan perbukitan Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Samosir. 


" Kita sarankan agar Pemerintah dan seluruh stakeholder secepatnya melakukan penghijauan dikawasan perbukitan Danau Toba. Serta menghentikan seluruh aktivitas penebangan kayu di perbukitan, Hal ini menjadi salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan ekosistem,"ucapnya.  


Sekretaris Komisi B DPRD Sumut itu meminta Komitmen dan tanggungjawab dari Pemerintah setempat atau pemangku kepentingan untuk menjalankan upaya pemulihan hutan melalui kebijakan moratorium eksploitasi hutan. 


" Segera dilakukan reboisasi secara besar-besaran, supaya  hal yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari," pinta Gusmyadi. 


Akhir-akhir ini telah terjadi Banjir Bandang di Desa Simangulampe, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kenegerian Sihotang, Kabupaten Samosir. Puluhan rumah warga diterjang banjir. Bahkan dikabarkan beberapa warga hilang atau meningal akibat terbawa arus banjir tersebut. (RED-SP-ID/Hery)