Diduga Ada Konspirasi Kepala Desa Sialang dengan TPK dan Pemborong -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Pengikut


Iklan

Diduga Ada Konspirasi Kepala Desa Sialang dengan TPK dan Pemborong

Jumat, 12 Mei 2023



Kuala Tungka, Sumutpos.id  - Proyek pembangunan jalan setapak yang berlokasi di RT 04 Desa Sialang Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) diduga kepala Desa Sialang  Konspirasi Dengan TPK dan Pemborong.


Pasalnya Proyek Jalan Rabat Beton  baru seumur jagung selesai di kerjakan sudah menimbulkan banyak debu dan batu - batunya terlihat keluar, hal ini membuat masyarakat di RT 04 sangat kecewa atas pekerjaan tersebut.


Saat awak Media Warta Sidik.co bersama Rumahberita.co.id langsung investigasi kelokasi jalan tersebut terlihat jelas di lokasi jalan di RT 04, dan juga beberapa warga setempat berada di lokasi yang sedang melakukan aktivitas, dan saat awak Media menanyakan terkait proyek jalan tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan yang baru selesai di kerjakan oleh pihak Desa.


"Iya cam inilah, susah ngomong kan, bapak sudah lihat sendiri sudah berpasir, batunya sudah pada keluaran serta tepi nya itu sudah gampang di Gompal ," ucapnya.


Saat di tanya apa penyebabnya seperti itu, dengan jelas dia mengatakan bahwa penyebabnya kekurang Semen Pak," ungkapnya.


Semen nya kurang satu molen dapat 10 sampai 12 Angkong makanya jalannya berpasir dan gampang Gompal ," Sebut warga.


"Lebih lanjut, warga menyampaikan bahwa pemborong nya masih Paman dari Istri Pak Kades sendiri berinisial (B)," tegasnya.


Senada juga di sampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, yang ikut kerja saat itu juga merasa kecewa atas pekerjaan tersebut, karena setiap satu molen itu menghasilkan 9 sampai 10 Angkong," tuturnya.


Di ketahui proyek pembangunan Jalan Rabat Beton tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2023 dengan nilai Rp 81.258,675 d engan P 175 M x L 1,5 Cm.


Ditempat terpisah saat di wawancara awak media salah satu Narasumber mengatakan bahwa Volume jalan tersebut dengan P 175 M X L 1,5 Cm X T 1.4 Cm," ungkapnya.


Namun kenyataan di lapangan Volume tinggi dari Jalan Rabat Beton tersebut hanya berkisar 10 cm sampai 12 cm.


Sementara di tempat terpisah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan Dewan Pimpinan Cabang (LSM - JPK - DPC) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) Rahmadi Ariyanto, S. Kom angkat bicara terkait jalan RT 04.


Terkait proyek jalan rabat beton yang di RT 04 tersebut, Ketua JPK mengatakan, kenapa ada di situ Paman dari Istri Pak Kades hal ini jelas ada unsur dugaan Nepotisme,  dan juga jelas jelas sudah tergolong Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN)," ungkap Ketua LSM JPK tersebut.


"Iya juga mengatakan, seharusnya sebagai kepala desa tentu sudah paham aturan KKN, dan juga dia (Kades) harus nya jangan terjerumus di dalam lingkaran dan beliau tokoh Agama setempat, tapi di sisi lain kita tidak mungkin tinggal diam, karena Dana Desa itu bukan uang Pribadi atau perorangan dan jika di mata hukum harus di pertanggung jawabkan dan saya minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Tanjab Barat segera memanggil Kepala Desa Sialang serta TPK dan Pemborong yang di sebut - sebutkan itu," Tegas JPK.



Dalam waktu dekat ini kami akan menyurati Inspektorat, Kejaksaan dan Tipikor untuk menyelesaikan gejolak yang ada di RT 04 tersebut," tutup nya.


Sementara itu saat awak media konfirmasi ke pihak Kepala Desa Sialang dan TPK belum dapat di konfirmasi terkait permasalahan ini, sampai berita ini di tayangkan.(Red-SP.ID/J. S/Lingga).