Sekjen MPC Pemuda Pancasila Mengecam Keras Peredaran Narkoba di Lapas Kelas II A Pematangsiantar -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Sekjen MPC Pemuda Pancasila Mengecam Keras Peredaran Narkoba di Lapas Kelas II A Pematangsiantar

Wednesday, July 6, 2022

Pematangsiantar-Sumutpos.id: Maraknya Pemberitaan tentang Dugaan Peredaran Narkoba di Lapas Kelas II A Pematangsiantar yang berada di Jalan Asahan Km 6, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun membuat sejumlah tokoh pemuda angkat bicara.

Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar Jimmy.S.Gultom, SPd kepada wartawan mengatakan, mengecam keras terkait dugaan peredaran Narkoba Di Lapas Kelas II Pematangsiantar yang menurut pemberitaan beredar secara bebas.

“Kalau benar apa yang ditulis kan para awak media ini, tentunya menjadi preseden buruk bagi reputasi Lapas Kelas II Pematangsiantar, dimana seharusnya tempat ini digunakan untuk tempat pembinaan bagi para narapidana malah dijadikan sarang peredaran narkoba, jelas ini sangat-sangat disayangkan,” tegas jimmy.

“Kami dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar Mengecam keras atas hal ini karena Narkoba adalah musuh kita bersama, musuh kita semua. Tidak ada tempat bagi Bandar Narkoba di Kota Pematangsiantar. Kami Berharap Pihak APH segera memberangus tempat-tempat yang diduga menjadi Sarang Peredaran Narkoba terutama di Lapas Kelas II Pematangsiantar yang lagi viral diberitakan itu,” tandas Jimmy dengan nada kesal.

“Kemenkumham selama ini terkesan hanya bersandiwara dan kurang melakukan pengawasan dengan langsung memberikan tindakan tegas kepada sipir-sipir yang jahat,” tungkas sekjen PP jimmy di Kantor MPC Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar Jalan Patimura, Kota Pematangsiantar. Jum’at, (1/7/2022).

Gencarnya Razia yang dilakukan pihak Lapas Kelas II Pematangsiantar Blok Kamar Hunian WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) menurutnya itu semua hanyalah sebuah Sandiwara belaka agar terlihat bahwa di dalam Lapas Kelas II Pematangsiantar sudah bersih dari pelanggaran-pelanggaran, khususnya dalam hal ‘Peredaran Narkoba’.

Razia-razia ini diduga hanya menjadi alibi para sipir-sipir penjara ini melakukan pembohongan laporan kepada pimpinannya, masyarakat luas, khususnya Menteri Hukum dan HAM Profesor DR. Yasona Laoly, SH, M.Hum selaku orang nomor satu di lembaga Kementrian Hukun dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

KPLP yang kini dijabat oleh Raymond A. Girsang, sangat pintar bermuka dua bersama staf-stafnya, dimana selama ini para bawahannya selalu sibuk melakukan lobi-lobi kepada pemilik-pemilik Media Online dengan iming-iming permedia dapat 300 ribu/Bulan dengan dalih sebagai pengganti uang Release berita.

Bukan rahasia umum lagi saat ini di dalam Lapas Kelas IIA Pematangsiantar bahwa Narkoba kembali beredar secara besar-besaran. Ada sejumlah nama Bandar Narkoba berdiri dan diduga kuat dapat restu dari KPLP Raymond A. Girsang.

“Diduga bernama Rudi, Lomo, Noval dan Paung sekarang Bang yang punya bendera di Lapas Batu VI,” ujar Narasumber dari dalam Lapas yang memberikan Informasinya sembari meminta agar namanya dijaga dan dirahasiakan.

Masih menurut sumber ini, seharusnya Kanwil Kemenkumham harus segera mengambil tindakan tegas dengan memindahkan 4 orang WBP ini yang jadi Bandar Narkoba di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar agar WBP yang lain tidak semakin rusak dan kacau balau.

“Bila perlu KPLP si Raymond Girsang ini pun sudah harus diperiksa dan dipindahkan ke daerah terpencil bersama staf-stafnya yang nakal-nakal itu Bang,” ungkap sumber tadi.

Dari Kabar yang beredar, Lapas itu sekarang sudah menjadi surga bagi para pelaku kejahatan. Mereka bisa atur itu para oknum-oknum sipir, bahkan cenderung kalau didalam lapas mereka terjaga dengan sendirinya, sedangkan di luar mereka dapat bisa terpantau.

Disamping itu dilihat bahwa selama ini pihak Kemenkumham tidak serius memberikan sangsi tegas kepada para sipir sipir penjara yang memanfaatkan situasi dan jabatannya untuk meraih pundi-pundi rupiah di dalam Lapas-lapas yang ada di NKRI ini.

Hingga berita ini diterbitkan KPLP Raymond Girsang belum berhasil dikonfirmasi, begitu juga dengan Plt Kalapas M. Thaviv belum berhasil dikonfirmasi berhubung Nomer Handphone nya tak kunjung didapat oleh pihak media. (Red-SP.ID/JS)