Komitmen Pemkab Dairi Menurunkan Stunting, Bupati: Kerja Harus Terukur Dan Sistematis -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Komitmen Pemkab Dairi Menurunkan Stunting, Bupati: Kerja Harus Terukur Dan Sistematis

Thursday, July 14, 2022


Dairi-Sumutpos.id: Pemerintah Kabupaten Dairi mengadakan rembuk aksi percepatan penurunan stunting Kabupaten Dairi pada Rabu (13/07/2022) di Balai Budaya Sidikalang.

Rembuk stunting tersebut dihadiri oleh Bupati Dr Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Sekretaris Daerah, Budianta Pinem, Unsur Forkopimda, hadir Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, mewakili Dandim 0206, kepala Bappeda, Charles Bancin, Kadis Kesehatan dr. Henry Manik, Pimpinan OPD lain, Camat serta undangan lainnya.

Bupati Dairi dalam sambutannya mengatakan masalah stunting adalah masalah utama kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jika anak Indonesia banyak stunting, maka ambisi, aspirasi bangsa dalam membangun  bangsa jangka panjang akan terhambat.

“Itu sebabnya stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Harus sistematis dan terukur oleh setiap sektor agar kemampuan kualitas hidup pencegahan stunting dapat dilakukan. Tanggung jawab ini wajib dilakukan untuk menjaga generasi dimasa depan agar tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan baik. Semua itu dimulai dari keluarga sebagai bagian terkecil sebuah bangsa,” kata Bupati.

 




Secara normatif, aksi pencegahan stunting diutarakan Eddy Berutu merupakan program strategis nasional. Disampaikan, bahwa jajaran pemerintah mulai dari pusat sampai ke tingkat bawah wajib melaksanakan rembuk stunting, dan Kabupaten Dairi mendapat perhatian khusus akan hal tersebut.

“Kita sudah mendapat kunjungan Kepala BKKBN Pusat, pak Hasto Wardoyo, artinya kita masuk dalam perhatian tinggi. Jadi, upaya penurunan stunting ini harus mendapat dukungan perhatian juga sebagai imbal baliknya. Kita paham, di tengah krisis memang banyak keterbatasan, namun banyak juga program yang hendak dicapai, untuk itu kita harus bersatu-padu,” ujar Bupati.

Lebih jauh Bupati Eddy menyebutkan, penanggulangan stunting membutuhkan intervensi gizi sensitif mulai dari 1000 hari kelahiran anak,  stimulan yang diberikan  dimasa ini,akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya di masa depan. Dengan rembuk stunting ini, tambah Bupati, Pemerintah Kabupaten Dairi akan berupaya untuk menurunkan angka stunting dengan menghasilkan keputusan bersama agar target yang telah ditentukan dapat tercapai.

 



 

“Saya minta pihak terkait agar melakukan setiap rencana aksi secara terintegrasi sesuai dengan peran masing masing,” kata Bupati mengakhiri.

Adapun yang menjadi narasumber dalam rembuk stunting tersebut adalah, Hery Valona Ambarita, S.Kep, MKes, selaku Kabid Kesmas Dinkes Propinsi Sumatera Utara, Rizal Effendi , selaku Tenaga Ahli LGCB ASR Regional I Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Syamsu Rizal Lubis, SH, S.Sos, MH sebagai Koordinator Bidang Dalduk, BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, dan Ika Hardina Lubis, SE, MA, MSE sebagai kepala bidang perencanaan Sumber Daya Manusia Bappeda Prov. Sumatera Utara

 



Dalam rembuk stunting tersebut dilakukan penandatanganan komitmen aksi percepatan penurunan stunting Kabupaten Dairi oleh Bupati Dairi, Sekretaris Daerah, Kapolres, mewakili Dandim, serta OPD terkait. (RED-SP.ID/CS)