Seorang Wanita, Mengaku Sebagai Selingkuhan Oknum Kepala Sekolah SMKN di Sergai Sumatera Utara -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Seorang Wanita, Mengaku Sebagai Selingkuhan Oknum Kepala Sekolah SMKN di Sergai Sumatera Utara

Thursday, May 19, 2022

Sergai-Sumutpost.id:Wanita berinisial RA, Warga Desa Sipare - pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, mengaku kalau dirinya pernah memiliki 'skandal' atau hubungan asmara diduga dengan S seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disebut menjabat sebagai Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.


Kepada Sumutpos.Id, Selasa (17/5/22), RA mengaku kalau dirinya pernah mempunyai 'hubungan gelap' diduga dengan S oknum Kepala Sekolah tersebut dimulai dari tahun 2020 sampai Tahun 2021 akhir, bahkan di awal tahun 2022 lalu, disebut RA mereka masih ada komunikasi, walaupun belakangan ini komunikasi mereka sudah terputus.


RA menjelaskan bahwa dirinya pernah tinggal serumah dan hidup bersama layaknya seperti pasangan suami istri diduga dengan oknum Kepala Sekolah berinisial S tersebut tanpa ikatan pernikahan dimulai pada Tahun 2020 hingga Tahun 2021 (Setahun lebih). 


RA mengaku kalau dirinya dan diduga oknum Kepala Sekolah berinisial S pada waktu itu mengontrak rumah di daerah Kota Tebing Tinggi.


"Kami pada waktu itu ngontrak rumah di Daerah simpang Takari, Tebing Bang" ungkap RA.


Bahkan RA mengaku pernah diajak dan dibawa ke ruangan Sekolah (SMKN) yang berlokasi di Kabupaten Serdang Bedagai, pada malam hari saat diduga oknum Kepala Sekolah berinisial S ini ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Pernah malam - malam aku dibawa ke Sekolah Bang, Saya disuruh keruangan nya, waktu S ada pekerjaan, kurasa menandatangani raport murid" ucap RA dengan polos.


Masih keterangan RA, hubungan mereka pun sempat diketahui oleh Istri S, sehingga menimbulkan masalah dan beberapa kali berdamai (perdamaian pertama, perdamaian kedua). RA juga mengaku pernah dua kali dimintai oleh diduga S oknum Kepala Sekolah itu untuk membuat video pernyataan kalau dirinya dan diduga oknum Kepala Sekolah berinisial S tersebut tidak mempunyai hubungan apapun dan meminta maaf kepada beberapa pihak (publik).


Video yang pertama disebut RA dia nyatakan di Polres Serdang Bedagai dan video yang kedua dibuat RA berselang beberapa hari setelah video yang pertama, dan dibuat saat RA berada di Daerah Kota Duri (Riau).


"Perdamaian pertama dibulan Oktober 2020. Perdamaian kedua April 2021. Membuat pernyataan dipolres Bulan Agustus 2021 kalau nggaj salah pak" jelas RA.


Menurut pengakuan RA, pembuatan video pernyataannya tersebut dibuat karena diminta oleh diduga S oknum Kepala Sekolah itu kepadanya, diduga demi kepentingan S untuk 'cuci tangan' ingin membersihkan diri dari tudingan dugaan perselingkuhan tersebut. Karena dugaan perselingkuhan mereka sudah terhendus oleh banyak pihak.


Walaupun sebenarnya RA mengaku merasa tertekan dan terpaksa saat membuat video pernyataan itu. Sebab, menurut RA video pernyataannya itu sebenarnya tidak sesuai dengan fakta dan keadaan yang sebenarnya, karena pada kenyataannya RA mengaku bahwa dirinya benar -benar ada hubungan 'Perselingkuhan' pada saat itu diduga dengan S oknum Kepala Sekolah tersebut.


Akan tetapi karena merasa terpaksa dan tertekan, mau tidak mau RA terpaksa membuat pernyataannya dalam video yang menjelaskan bahwa RA tidak memiliki hubungan apapun dengan diduga S oknum Kepala Sekolah tersebut. 


Sebelum pernyataan itu dibuat, RA mengaku dipaksa diduga oleh S oknum Kepala Sekolah tersebut, dengan maksud untuk membersihkan nama diduga S oknum Kepala Sekolah itu, agar kelakuannya selama ini tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara khususnya Kepala Dinas pendidikan Provinsi Sumatera Utara. 


Karena itu, RA yang pada saat itu sedang berada di Daerah Kota Duri (Riau), ditelepon oleh diduga S oknum Kepala Sekolah SMKN ini agar secepatnya segara datang ke Kota Tebing Tinggi.


Keesokan harinya setelah RA tiba di Kota Tebing Tinggi, mereka bertemu disalah satu Rumah Makan. Setelah itu RA mengaku dibawa oleh diduga S oknum Kepala Sekolah tersebut ke Polres Serdang Bedagai dengan menggunakan diduga mobil  milik S, dengan maksud agar RA segera membuat video pernyataan yang menerangkan bahwa RA tidak ada hubungan apapun dengan diduga S oknum Kepala Sekolah tersebut. 


Dijelaskan RA pada saat dirinya berada didalam mobil diduga dengan S oknum Kepala Sekolah, RA sempat menolak diajak ke Kantor Polisi, RA mengaku meronta dengan cara berusaha mencoba melompat keluar dari mobil diduga milik S oknum Kepala Sekolah tersebut sebanyak dua kali, tapi diduga S oknum Kepala Sekolah tersebut, disebut RA tetap ngotot dan memaksa membawa RA sambil melajukan mobilnya.


Hal itu disebutkan RA diduga dilakukan oleh S oknum Kepala Sekolah tersebut, diduga agar oknum Kepala Sekolah itu dapat 'lolos' dan diduga ingin 'buang badan' dari 'skandal' mereka tersebut, untuk menghindari masalah yang dimungkinkan timbul dalam kedinasan karena mengingat dirinya sebagai seorang ASN yang menjabat sebagai Kepala Sekolah.


"Aku rela membuat pernyataan palsu demi apa, demi dia jangan dipecat, tapi aku gak pernah dihargai, bukan gak besar resiko nya bagi ku membuat pernyataan di polres itu, sangat besar.. Tapi karena dia pada waktu itu dalam keadaan panik dan nangis dan memohon-mohon kepada ku...hingga aku buat itu pernyataan hoak..demi apa? demi menjaga marwah dia, tapi marwah ku tidak ada harga dimata dia. Aku hanya ingin kebenaran" ungkap RA dengan sedih.


Terkait pengakuan RA tentang dugaan perselingkuhannya dengan  oknum Kepala Sekolah berinisial S itu, guna kepentingan pemberitaan dan agar tidak menimbulkan fitnah, serta agar berita berimbang,  Sumutpos. Id konfirmasi kepada S oknum Kepala Sekolah SMKN di Serdang Bedagai ini, melalui sambungan telepon seluler dan pesan WhatsApp, Rabu (18/5/22).


"Apa? Apa itu Bang? Tujuannya apa ini bilang.!, Oalah.. Tujuan mu apa? gak kenal aku sama dia itu, udah banyak udah ribuan dibilang nya kayak gini, udah ratusan pun, udah ratusan orang dibikin nya kayak gini, suruh aja dia mengklarifikasi, suruh aja dia mengklarifikasi, bagus bagus kau ngomong, kau dimana kau!" Kata S oknum Kepala Sekolah ini dengan nada marah.


"Dari Sipispis kau, gak ada rupanya LSM yang di Sei Rampah ini, kok mesti yang jauh dari Sipispis. Udah banyak orang yang dibawa nya orang kayak Abang ini, kau tanya kawan-kawan mu dulu, kau tanya aja dia, kau tanya aja dia ya" Katanya lagi sambil menutup teleponnya.


Agar informasi yang didapat lebih akurat, Sumutpos.id mencoba kroscek ulang dan melakukan konfirmasi kembali kepada S oknum Kepala Sekolah ini, supaya pemberitaan berimbang. Tapi sayangnya, oknum Kepala Sekolah ini terkesan marah saat dikonfirmasi.


"Dengarkan dulu, apa yang berimbang sekarang? Gini bang ya, orang gila kayak gitu gak ku urusi, klarifikasi aja sama dia" jawabnya lagi.


Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, S menjawab dengan tulisan yang agak sedikit sulit diartikan.


"Bw az Dy  jp  kt, Suruh bw mulkan, SM octav, SM polda, Wtwnya" balasnya.


Dicoba ditanya kembali dan diminta agar balasan tulisannya diperjelas sesuai tulisan bahasa Indonesia yang sebenarnya, tetapi S tidak membalasnya.


Terkait hal itu, Sumutpos. Id mencoba konfirmasi kepada Drs. Yeddi Efendi Sipayung MPd, Cabang Dinas (Cabdis) Sei Rampah, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (18/5/22) Sore. 


"Coba klarifikasi sama Kepala Sekolah nya, coba tanya ada surat nikah nya apa enggak, kalau ada surat nikahnya baru kita tindaklanjuti" terang Cabdis.(Irlan)
(Red-SP.ID/SS)