Rahmat Harus Melompat Ke kursi Untuk Dapat Belajar -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Rahmat Harus Melompat Ke kursi Untuk Dapat Belajar

Monday, November 15, 2021

 

(Image/Gambar) :  Rahmat yang harus mengayuh sepeda roda tiga untuk sampai kesekolah


Langkat - Sumutpos.id : Rahmatullah yang masih kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Swasta ( MIS setingkat SD ) Ibtidaiyah Tarbiyah Waladiyah sangat membutuhkan kendaraan dan bangku sekolah yang  layak khusus untuk dia belajar. ( 15 November 2021 )

Perjuangan Rahmat dengan kondisi Disabilitas kaki dan tangganya mengayuh sepeda berjenis roda tiga yang biasa di gunakan anak anak umur 2 tahun agar perjalan 2 Km dari rumah menuju sekolahnya tidak telat.

Adik paling kecil dari lima bersaudara ini harus kuat setiap harinya menuju sekolah dengan menyentuh aspal di sebahagian kulit kakinya yang tidak normal seperti anak laki laki seusianya.

Ismail ayah kandung dari Rahmat yang berprofesi sebagai nelayan sehari harinya mencari rezeki di Sungai Sawit Tanjung Pura menjelaskan bahwa kondisi anaknya itu bawaan dari lahir, saat ibu rahmat melahirkannya dan beberapa hari kemudian rahmat harus berpisah dari ibunya karena meninggal dunia.

Keterangan Ismail ayah Rahmat tersebut dibenarkan oleh kerabat terdekatnya bang Ali saat Wartawan Sumutpos.id menghubunginya via Telpon sekitar pukul 19-05 wib.Minggu 14/11/2021


(Image/Gambar) :  Rahmat Harus Melompat Ke kursi Untuk Dapat Belajar

 

Kondisi aktifitas pulang pergi sekolah Rahamtullah selalunya diiringi oleh teman teman sekolahnya yang mengendarai sepeda hingga sampai ke rumahnya yang berlokasi di Dusun Jambur Labu Desa Pulau Banyak, Kec Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara.

"Kami sedang mengumpulkan uang secukupnya terutama untuk kendaraan rahmat agar tidak kesulitan bersekolah, "Alhamdulillah sudah terkumpul sekitar 1 jutaan, selanjutnya kami akan merancang kendaraan jenis apa yang cocok untuk Rahmat," jelas Ali. "Kami taksir biayanya cukup sekitar 5 jutaan untuk kendaraan belum biaya kursi belajar di sekolahnya Rahmat, jelas Ali menambahkan.

 

(Red-SP.ID/ARS)