Ratnawati Sidabutar Buka Lokakarya Pembuatan Menu Pangan Lokal Tinggi Protein di Simalungun -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Ratnawati Sidabutar Buka Lokakarya Pembuatan Menu Pangan Lokal Tinggi Protein di Simalungun

Selasa, 26 Oktober 2021

(Image/Gambar) : Ratnawati Sidabutar Buka Lokakarya Pembuatan Menu Pangan Lokal Tinggi Protein


Simalungun - Sumutpos.id : Sebagai bagian dari dukungan Southeast Asia Ministers of Eucation Organization – Regional Center of Food and Nutririon (SEAMEO RECFON) pada upaya pengentasan stunting  di Indonesia, SEAMEO RECFON bekerja sama dengan US Soybean Export Council (USSEC) dan 3 mitra akademisi Poltekkes Kemenkes Medan, Poltekkes Kemenkes Makassar dan Universitas Jambi menyelenggarakan rangkaian kegiatan Kampanye Konsumsi Protein Lokal untuk Penanganan Stunting di Indonesia.


Kegiatan kampanye ini telah dilaksanakan sejak bulan September 2021 berupa kegiatan webinar berseri bagi para pemangku kebijakan, remaja dan para tokoh penggerak wanita di 3 provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi dan Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut disusul dengan kegiatan Lokakarya Pembuatan Menu Pangan Lokal Tinggi Protein dalam luar jaringan di 3 kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Jambi dan Sulawesi Selatan.


Lokakarya di kabupaten Simalungun, diadakan pada tanggal 26 Oktober 2021 tepatnya di kecamatan Gunung Malela. Kegiatan ini dihadiri lebih 100 peserta yang berasal dari 16 Nagori (kelurahan) yang ada di kecamatan Gunung Malela.  


Dalam sambutan pembukaannya ketua tim penggerak PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Ratnawati R. Hasiholan Sinaga mengatakan bahwa pemberian asupan sehat dan pola asuh yang baik penting dalam pencegahan stunting. “Asupan gizi yang sehat tidak perlu mahal. Pengalaman saya sendiri, anak saya tidak pernah diberikan susu tapi bisa bersekolah tinggi karena diberikan makanan yang bergizi dan tidak mahal, misalnya saya berikan potongan-potongan ceker ayam dalam sayur sop.”

Ibu Ratnawati br Sidabutar ini juga berpesan kepada camat dan kepala desa khususnya ibu ibu yang memiliki balita agar selalu memperhatikan asupan gizi anak sehingga kabupaten simalungun bebas dari masalah stunting.


Lebih lanjut Dr. Grace Wangge, PhD, Manajer Unit Pengelolaan Pengetahuan dan Dukungan Kebijakan SEAMEO RECFON mengatakan, “Kami berharap kegiatan rangkaian lokakarya protein lokal yang dilakukan di 3 provinsi di Indonesia dan  pertama kali dimulai di kabupaten Simalungun ini dapat meningkatkan pengetahuan para ibu mengenai potensi protein lokal dalam pemenuhan gizi keluarga, baik protein hewani maupun nabati seperti tempe.”


Menurut Kepala Bidang Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia, Bappeda Simalungun, Rismauli Maretha Silalahi, ST, MT, MSc., “Angka stunting di Simalungun masih 1.6 % dan kabupaten ini terpilih menjadi salah satu kabupaten prioritas Stunting di Indonesia.“  Lebih lanjut camat Gunung Malela, Ir. Andi Sahputra Pasaribu menegaskan bahwa pengentasan stunting di kecamatan Gunung Malela ini telah memanfaatkan juga dana desa.


Dalam lokarya ini, diperkenalkan Panduan Gizi Seimbang berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) yang digagas SEAMEO RECFON bersama Kementerian Kesehatan, Global Alliance of Nutrition (GAIN) dan mitra akademisi sesuai dengan kebutuhan Balita per kelompok umur.  “Anak-anak umur 6-11 bulan di Simalungun misalnya diketahui kekurangan 4 zat gizi : besi, asam folat, vitamin c dan vitamin B3. Dalam panduan dijelaskan bagaimana pola makan dan makanan apa yang harus diberikan untuk mengurangi kekurangan zat gizi tersebut.” tutur DR. Tetty Herta Doloksaribu dari Poltekkes Medan ketika memperkenalkan panduan tersebut.


Dini Lestrina, DCN, M.Kes, pembicara dari Poltekkes Medan mengungkapkan makanan khas asal sumatera utara itu bervariasi dan memiliki kesamaan antar daerah. “Namun kebanyakan masih mengandung mayoritas karbohidrat, padahal untuk mengatasi stunting dibutuhkan juga protein dan zat-zat gizi lainnya, untuk itu perlu dimodifikasi dengan bahan mengandung protein misalnya ikan, telur atau tempe,” imbuhnya.


Acara lokakarya diakhiri dengan praktik memasak resep modifikasi Nitak (makanan khas dari Simalungun) yang dikombinasi dengan tempe. Para ibu dalam kelompok berkreasi membuat versi masakan mereka sendiri dan hasilnya kemudian dilombakan. Pemenang lomba kreasi pangan protein lokal di kabupaten Simalungun ini akan diumukan bersama dengan pemenang dari kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Maros pada acara puncak webinar Kampanye Protein Lokal 4 November 2021 mendatang. (Red-SP.ID/SRB)