Pasien Ibu Hamil Minta Dirujuk, Bidan Puskesmas Pagindar Malah Minta Uang Minyak dan Pendampingan -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Pasien Ibu Hamil Minta Dirujuk, Bidan Puskesmas Pagindar Malah Minta Uang Minyak dan Pendampingan

Monday, October 25, 2021

 

(Image/Gambar) : Pasien Ibu Hamil Minta Dirujuk, Bidan Puskesmas Pagindar Malah Minta Uang Minyak dan Pendampingan

Pakpak Bharat - Sumutpos.id : MS seorang ibu hamil harus berjuang menahan rasa sakit akibat  guncangan jalan yang berlobang dan rusak parah dengan menaiki sepeda motor yang diantar seorang warga dari Pagindar ke Siompin,10 September 2021.


MS meminta kepada seorang warga yang kebetulan lewat untuk diantar ke Siompin  Kabupaten Aceh Singkil karena ia hendak melanjutkan tujuan ke Rumah Sakit Umum Daerah Salak untuk operasi melahirkan setelah pihak Puskesmas Pagindar tidak bersedia mengantar menggunakan mobil ambulance karena tidak sanggup membayar uang minyak dan uang pendampingan ke puskesmas.


Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengapa dirujuk tidak menggunakan mobil ambulance, AT suami dari MS menjelaskan, berawal dari setelah adanya hasil USG di sebuah Klinik Subulussalam bahwa pihak klinik mengatakan harus operasi di atas 10 September 2021, lalu pada tanggal 09 September 2021 MS pergi ke puskesmas untuk menanyakan mobil ambulance sebagai fasilitas  atas rujukan, tetapi pihak Puskesmas  malah mengatakan harus bayar Rp350.000, untuk biaya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM ) dan Uang Pendampingan Rp100.000, merasa tidak memiliki uang, MS mengatakan tidak punya uang, akhirnya terjadi tawar menawar, dan pihak Puskesmas kembali mengatakan untuk membayar Rp250.000 saja.


Namun MS tetap mengatakan bahwa tetap tidak punya uang, lalu Bidan EBM kembali menanyakan, 


"Jadi berapa yang ada jadi gimana nanti karena sudah hamil tua",  sebut AT suami MS menirukan kata kata bidan tersebut.


Karena belum ada kepastian dihari yang sama pada tanggal 09 September 2021 sore hari, bidan berinisial EBM kembali mendatangi rumah MS untuk memastikan dan menegosiasikan (tawar menawar) kembali tentang biaya uang minyak mobil ambulance, MS tetap mengatakan tidak punya uang.


Merasa tidak memiliki uang yang diminta Bidan EBM keluarga MS memutuskan untuk tidak menggunakan mobil ambulance untuk dirujuk.


Selanjutnya pada tanggal 10 September 2021 sekitar pukul 06:00 pagi, AT mengambil Surat Rujukan dari Puskesmas Pagindar yang di berikan oleh Bidan EBM, AT pun tidak menanyakan lagi tentang mobil karena merasa tidak menyanggupi uang yang diminta Bidan tersebut.


Saat dikonfirmasi kepada dr.  Thomas kepala dinas Kesehatan melalu WhatsApp pribadinya tentang adanya pengutipan uang minyak Ambulance dan uang pendapingan dari pasien oleh seorang pegawai Puskesmas Pagindar, Thomas menyarankan agar langsung saja menanyakan kepada kepala Puskesmas Pagindar.


"Tanya saja Kapusnya pak biar jelas", ujar Thomas melalui pesan WhatsApp pribadinya. (Red-SP.ID/ASB)