Tangan Diatas Lebih Baik, Dari Tangan Dibawah -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Iklan

Tangan Diatas Lebih Baik, Dari Tangan Dibawah

Thursday, September 9, 2021

(Image/Gambar) : Logo


Medan – Sumutpos.id : Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Provinsi Sumatera Utara menerima laporan tentang keluhan warga terkiat pelayanan yang diterima di Rumah Sakit (RS) Sundari. Laporan tersebut berawal dari pengambilan rujukan pada Senin (6/9/2021) lalu di klinik tempat fasilitas kesehatan pertamanya.


Putri Aulia, warga pelapor tersebut oleh klinik faskes pertamanya dirujuk ke fasilitas kesehatan yang fasilitasnya lebih memadaiyaitu ke RS Sundari.


Senin (6/9/2021) pukul 11:30 WIB, Putri bersama suaminya sampai di RS Sundari. Pada saat akan melakukan pendaftaran, Putri yang saat itu mengalami pendarahan, ditolak pihak RS dengan alasan kuota pasien BPJS sudah habis karena dibatasi maksimal 30 pasien.


Takut keadaannya istrinya makin memburuk, maka suami Putri pun mengadukan apa yang dialami kepada REKAN Indonesia wilayah Provinsi Sumut yang diterima Sekretaris, Iko Riansyah.


Mendapatkan laporan tersebut, pihak REKAN Indonesia Sumut segera berkoordinasi dengan BPJS Deputi Wilayah Sumatera Utara, Yayak Nugroho.


“Alhamdulillah responnya begitu cepat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada peserta BPJS di RS. Beliau berkenan membantu untuk berkordinasi dengan pihak Penanggung Jawab di RS tersebut,, Rabu (8/9/2021) siang.


Karena  bantuan tersebut, akhirnya Putri dapat dilayani oleh RS Sundari. Namun menurut Iko, muncul perlakuan kurang baik, dimana saat mengurusi pendaftaran, pihak RS Sundari meminta membayar Rp 150 ribu untuk pelayanan tes swab antigen.


“Ini aneh karena biaya tersebut di-cover BPJS dan masuk ke dalam komponen biaya tindakan untuk melahirkan. Karena itu, Selasa (7/9/2021), kami dari REKAN Indonesia Sumut datang ke RS Sundari menemui pihak penanggung jawab administrasi. Kami minta penjelasan mengenai biaya swab antigen tersebut. Alhamdulillah, setelah kami jelaskan hak-hak pasien, pihak RS Sundari mengakui bahwa biaya swab antigen gratis.


Pihak RS  berjanji akan menindak anggotanya bilamana kedapatan meminta biaya swab antigen kepada pasien BPJS. 


“Kami tentu sangat menyesalkan kejadian seperti yang dialami Ibu Putri ini. Karenanya, REKAN Indonesia berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan semua pelayanan diberikan sesuai dengan hak-hak pasien yang berlaku sebagai peserta BPJS,” pungkas Iko.

(Red-SP.ID/88)