Ketum MIO Serukan "Tangkap Pelaku Kekerasan Pada Awak Media" -->
AYO IKUTI PROTOKOL KESEHATAN - CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI

Pengikut


Iklan

Ketum MIO Serukan "Tangkap Pelaku Kekerasan Pada Awak Media"

Rabu, 08 September 2021

(Image/Gambar) : Ketum MIO Indonesia, AYS Prayogie


GORONTALO - Sumutpos.id : Buntut tindak kekerasan yang dialami oleh seorang pekerja pers bernama Ramon Nalole (45), selaku korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh sekelompok massa pendukung RII, yang merupakan salah satu peserta kontestan pemilihan kepala desa yang baru saja usai digelar.


Ramon Nalole yang saat ini bekerja sebagai awak media pada perusahaan pers Indonesia1.com itu, menurut saksi mata, tiba-tiba dihujani pukulan oleh sekelompok massa , saat dirinya baru saja turun dari mobil yang terparkir di areal Kantor Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, (8/9), pada hari Rabu sore tadi, sekitar Pukul 15.05 WIB.


Tiga orang rekannya yang juga berprofesi sebagai wartawan dan satu orang lagi yang berasal dari LSM Laskar Merah Putih bernama Arpan Didipu, mengalami hal yang sama, menjadi korban dari aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompoknya RII.


Diterangkan oleh Ramon, kronologi terjadinya peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh sekelompok masa tak dikenal yang diduga dari kubunya RII itu, diawali saat dirinya tidak ada hujan tidak ada petir, tiba tiba dimaki-maki oleh salah seorang dari kelompok massa tersebut.


"Saya sempat dimaki-maki terlebih dahulu tanpa ada kejelasan. Padahal sudah saya  jelaskan bahwa kami dari awak media Indonesia1.com, bermaksud ingin meminta konfirmasi kepada pak Camat Kabila, terkait persoalan Pelatikan Kades di Desa Dutohe, tiba-tiba kami di bentak-bentak serta di pukuli secara membabi buta," ujar Ramon Nalole.


Atas peristiwa yang dialaminya Ramon Nalole bersama rekan-rekan nya itu, ia akan melaporkan insiden pemukulan tersebut kepada pihak Kepolisian Daerah Gorontalo.



Ketua Umum MIO INDONESIA, AYS Prayogie mengutuk keras terhadap aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok masa pendukung salah satu peserta pemilihan kepala desa tersebut.


Ia meminta kepada pihak aparat hukum untuk segera mengusut dan menuntaskan kasus pemukulan terhadap pekerja pers yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.


"Gaya-gaya koboi yang seperti ini harus dihentikan, terlebih jika menyangkut terkait soal pemberitaan, seandainya memang ada pihak-pihak yang merasa berkeberatan terkait sebuah pemberitaan, tentunya itu bisa dilakukan lewat saluran yang seharusnya seperti yang tertuang dalam ketentuan UU Pers No 40 dan Kode Etik Jurnalistik," ujar Prayogie, (8/9/2021), hari Rabu, di Markas MIO INDONESIA, Gedung SCANO CRAZY DREAM, Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Red-SP.ID/SAM/MIO)